Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

29 Telur Komodo Menetas di Kebun Binatang Surabaya

29 Telur Komodo Menetas di Kebun Binatang Surabaya

JawaPos.com – Satwa endemik komodo termasuk dalam kategori rentan. Hewan apendiks itu menghadapi risiko kepunahan di habitat aslinya. Meski demikian, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) terbilang sukses melakukan penangkaran komodo di luar habitat asalnya.

Kepala Departemen Animal Head PDTS KBS Nurali Faisol mengatakan, 29 ekor bayi komodo berhasil ditetaskan pada triwulan I tahun ini.

Menurut dia, puluhan telur itu dihasilkan oleh dua ekor indukan betina antara Juli hingga Agustus tahun lalu. Kemudian, telur tersebut diinkubasi di ruang perawatan bayi satwa sekitar delapan bulan. ’’Kelahiran stabil tiap tahunnya,” jelasnya kemarin (22/6).

Nurali memaparkan bahwa dari 40 telur komodo yang didapatkan, tingkat keberhasilan pembiakan mencapai 80 persen. Sementara itu, 20 persen lainnya alias 11 telur gagal dibiakkan akibat beragam faktor. Misalnya, telur yang infertil, suhu inkubator yang tidak merata, hingga faktor cuaca ekstrem. ”Awal tahun ini kan sering hujan,” ujarnya.

Mengambil telur komodo pun tak bisa sembarangan. Sebab, sang induk menjaga dengan ketat lubang telurnya di dalam tanah dan dikamuflase.

Nurali menjelaskan, pada proses pengambilan hingga di alat inkubator, posisi telur tidak boleh berubah seperti awalnya. ”Bisa rusak nanti telurnya,” katanya.

Menjaga kesehatan anakan komodo dilakukan di ruang perawatan bayi satwa. Mulai pemberian makan, pengecekan kesehatan, hingga pengukuran panjang dan berat tubuh. Bayi komodo diberi pakan seminggu dua kali berupa daging cincang dan kuning telur ayam. Selain itu, juga diberikan tikus putih untuk menjaga insting berburunya. ”Itu bertahap, enggak langsung semuanya,” terangnya.

Menjelang musim kawin komodo bulan depan, pemantauan ekstra mulai dilakukan. Misal, nafsu makan komodo mulai menurun hingga tingkah laku pejantan yang saling berebut betina.

Artikel Asli