Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Cegah PMK, Walkot Makassar Akan Aktifkan Mobil Pemeriksaan Ternak

Ilustrasi pemeriksaan ternak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ilustrasi pemeriksaan ternak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, akan mengaktifkan kembali kendaraan pemeriksaan ternak untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini tengah merebak di Jawa Timur dan Aceh.

"Kami punya mobil mikcare untuk pemeriksaan hewan. Kemarin tidak aktif, tapi kami akan aktifkan kembali untuk melakukan pemeriksaan pada hewan ternak," kata pejabat yang akrab disapa Danny itu, Sabtu (14/5).

Danny mengakui bahwa ranah ini sebenarnya merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun, pihaknya tetap siap membantu Pemprov Sulsel sehingga kasus PMK tidak tersebar di Makassar.

Namun, Danny menegaskan bahwa kasus PMK pada hewan ternak seperti sapi sampai saat ini belum ditemukan di wilayah Makassar.

Sementara itu, Balai Karantina Pertanian Makassar melakukan pengawasan ketat di 12 pintu masuk hewan ternak di Sulawesi Selatan.

Pengetatan itu salah satunya dengan melakukan karantina terhadap hewan ternak seperti sapi untuk mencegah penyebaran PMK.

Petugas Balai Besar Karantina Pertanian Makassar juga melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas hewan ternak di 12 pelabuhan pintu masuk ternak.

Pengetatan itu di antaranya di Pelabuhan Makassar, Pelabuahan Paotere, Pelabuhan Jeneponto, Pelabuhan Bira di Kabupaten Bulukumba, dan di Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone, serta di Pelabuhan Kota Parepare.

Selain itu, Balai Besar Karantina Makassar untuk sementara ini menolak kedatangan hewan ternak dari daerah wabah, seperti dari Jawa Timur dan Aceh.

Mereka juga menerbitkan sertifikasi hewan apabila pengiriman hewan ternak dari Provinsi Sulawesi Selatan, transit di daerah yang terjangkit wabah PMK.

"Bentuk pengawasan di pintu masuk, kami memastikan hewan yang masuk sudah tersertifikasi karantina dari daerah asal dan juga sudah dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan di mana ternak itu berasal," kata Koordinator Bidang Karantina Hewan Balai Besar Karantina Makassar, Sandra Dewi.

Artikel Asli