“Heart of People”, Social Movement Besutan Addi Chandra bagi Problematika Kesehatan Mental Indonesia

LINE TODAY Dipublikasikan 07.44, 21/11/2019

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada setiap 40 detik terdapat satu orang di dunia ini yang bunuh diri. Sementara itu di Indonesia, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI, dr Fidiansyah, Sp. Kj, terdapat setidaknya lima orang bunuh diri dalam sehari. Bunuh diri dilansir sebagai puncak dari masalah gangguan kesehatan mental yang tidak tertangani.

Berdasarkan survei Global Health Data Exchange pada tahun 2017, terdapat 27,3 juta penduduk Indonesia yang mengalami masalah kejiwaan. Tingginya angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengidap gangguan jiwa tertinggi di Asia Tenggara. Namun demikian, tingginya angka gangguan kesehatan mental ini berbanding terbalik dengan literasi kesehatan mental masyarakat. Bahkan, stigma negatif yang mendiskreditkan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pun tergolong tinggi.

Addi Chandra, seorang psikolog klinis muda, menaruh perhatian yang sangat besar terhadap problematika kesehatan mental di Indonesia. Kepeduliannya kepada isu kejiwaan mendorong Addi untuk menginisiasi Heart of People, social movement yang berfokus pada program rehabilitasi orang dengan penyakit mental atau ODGJ.

Kepedulian yang Berbuah Menjadi Heart of People 

Addi Chandra yang sangat menyukai seni dan desain sedari kecil pernah memimpikan dirinya berkarir di bidang tersebut. Namun, orang tuanya tidak mendukung cita-cita Addi untuk menjadi seniman. Ia pun akhirnya memutuskan untuk berkuliah di jurusan psikologi.

Menjalani pendidikan yang tidak sesuai minatnya membuat Addi mengalami depresi selama tiga semester pertama perkuliahan. “Saya berada di fase masa adaptasi dan turbulensi idealisme versus ekspektasi,” ujar Addi. Walaupun sempat menemui kesulitan pada awal masa pendidikannya, Addi pun mengakui bahwa pengalaman tersebut membuatnya tumbuh sebagai individu yang lebih dewasa dalam menyikapi situasi dan memiliki kapasitas mental yang lebih baik. Bahkan, Addi pun melanjutkan studinya di bidang yang sama dan kini menjadi seorang psikolog klinis.

Melihat tingginya masalah kesehatan mental di Indonesia, Addi kemudian mendirikan Heart of People yang bertujuan untuk membantu orang dengan penyakit mental di rumah sakit jiwa. Gerakan yang dimulai pada tahun 2013 ini menyentuh hati banyak orang dan menarik banyak sukarelawan untuk terlibat. “Melalui Heart of People, kami bertindak sebagai perantara dalam memecahkan penghalang (stigma negatif) dan memberdayakan jiwa-jiwa yang mengalami kesulitan dalam mengejar kualitas hidup yang lebih baik,” jelas Addi.

Interaksi dua arah juga diyakini Addi sebagai salah satu obat untuk mengobati ODGJ. “Kami selalu memiliki prinsip untuk menyentuh hati mereka demi pikiran yang lebih sehat. Hal ini guna memahami perjalanan mereka lebih dalam dan tidak berfokus pada masalah mereka. Mengapa? Karena apa yang kami coba sampaikan adalah bahwa masalah yang sedang diderita merupakan bab kehidupan baru yang menunggu mereka,” ujarnya lebih lanjut.

Yayasan Bagi Hati Bagi Jiwa 

Heart of People yang sukses menarik minat masyarakat dan meningkatkan kepedulian mereka terhadap orang-orang dengan gangguan mental akhirnya diresmikan menjadi Yayasan Bagi Hati Bagi Jiwa pada tahun 2018

Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh yayasan ini antara lain konseling, terapi, melakukan kampanye guna mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental, voluntrip bagi sukarelawan, serta membangun komunitas untuk berbagi sekaligus membantu orang lain dalam menjaga kesehatan mental mereka. Selain itu, Bagi Hati Bagi Jiwa juga menjalankan program ‘Healing through Art’ (pengobatan melalui seni) di Rumah Sakit Jiwa Grogol Soeharto Heedjan dengan melibatkan para ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan).

“Target utama kami adalah individu dengan permasalahan kesehatan mental pada usia produktif, milenial, dan profesional yang tinggal di daerah perkotaan (khususnya Jakarta). Meskipun begitu, saat ini kami sedang berupaya untuk menjangkau daerah-daerah lainnya. Dalam jangka panjang, kami berencana untuk memiliki platform digital dan non digital (komunitas) yang dapat membantu masyarakat Indonesia dalam mewujudkan terciptanya kesehatan mental mereka,” ungkap Addi.

Salah satu inisiatif digital yang dilakukan Addi adalah membuat LINE OpenChat bernama Heart of People. Di OpenChat tersebut, Addi memberikan edukasi terkait kesehatan mental kepada lebih dari 1000 anggota. Di OpenChat ini pula para anggota menemukan tempat berbagi cerita untuk mencurahkan permasalahan mereka.