Warga Madura Gak Ributiin Pemilu

CP name
OPINI.id
Reporter
Upload Date & Time
Update Date & Time
155 Ditonton

Proses hitung suara belum kelar, udah banyak hoax bertebaran. Salah satunya hoax soal kantor KPU Sampang yang dikepung warga karena protes kecurangan pemilu 2019. Emang sih, kerusuhan ini beneran terjadi di Sampang. Namun kejadian itu bukan Pemilu 17 April 2019 melainkan Pilkada serentak 2018. Hal ini ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mengera. "Kami tegaskan (video) ini kejadian Pilkada serentak 2018 yang diulang dahulu yang dimenangkan bupati sekarang (Slamet Junaidi)," tegas Barung via pesan WhatsAppnya (WA), Senin (22/04/2019) seperti dilansir Merdeka.com.
Seperti diketahui, pada 9 Juni 2018 lalu terjadi unjuk rasa menuntut Pilkada Sampang tanggal 27 Juni, diulang. Aksi di kantor Panwaslu setempat itu berakhir ricuh.
Kerusuhan bermula saat massa aksi berupaya menerobos barikade polisi. Aksi saling dorong pun tak bisa dihindari, dan memaksa polisi untuk melepas tembakan gas air mata.
Karena video tersebut berpotensi makin memperkeruh proses rekapitulasi suara Pemilu 2019, Polda Jawa Timur memastikan akan menindak tegas siapapun yang telah mengedarkan video kerusuhan di Sampang tersebut.
"Ya pasti (akan menindak)," tutup Barung. Emang parah sih yang nyebar hoax ini. Udah tahu kondisi lagi panas gara-gara hasil quick count kemarin, masak masih mau ditambahi dengan hoax yang nyerang KPU kayak gini?

Baca juga:

Komentar (0)