Tewas di Tangan Polisi, George Floyd Meringkih Minta Tak Bisa Bernapas

CP name
KompasTV
Reporter
Upload Date & Time
5,754 Ditonton

MINNEAPOLIS, KOMPASTV – Video polisi Minneapolis melakukan penangkapan terhadap Geroge Floyd terekam dan tersebar di media sosial. Saat ditangkap, polisi menekan lehernya dengan lutut.

Anggota polisi yang melakukan aksi tersebut bernama Derek Chauvin. Saat dilumpuhkan, George meringkih-ringkih kesakitan. Ia meminta polisi untuk melepaskannya.

“I cant breath officer, I cant breath, my stomach hurt, my neck hurts, everything hurts. You’re gonna kill me”

Baca Juga: Ikut Berjuang atas Kematian George Floyd, Jay Park Sumbang Rp 146 Juta untuk Lawan Rasis

“Saya tak bisa bernapas Pak Polisi, Saya tak bisa bernapas. Perut, leher saya sakit, semuanya sakit. Saya bisa mati Pak”, ujar George saat meminta polisi melepaskan.

Meski demikian, polisi tak mau melepaskan lututnya dari leher. Aksi tersebut mendapat kecaman dari warga yang melihat.

Warga yang melihat aksi tersebut, turut meminta polisi untuk melepaskan George.

Namun, sang polisi justru menambah tekanan di lehernya hingga George kehilangan kesadaran.

Saat dilepaskan, George sudah tak sadarkan diri. Ia dibawa menggunakan ambulan ke rumah sakit, dan kemudian meninggal dunia.

Momen penangkapan George Floyd telah tersebar di media sosial. George Floyd ditangkap oleh polisi karena diduga melakukan transaksi dengan menggunakan uang palsu senilai 20 dollar.

Karena hal tersebut, ia dilaporkan oleh pelayan toko kepada pihak berwajib.

Komentar (0)