TOP 3 NEWS: PSBB di Jakarta | THR dan Gaji ke-13 ASN | Kasus Positif Corona 2.738

CP name
KompasTV
Reporter
Upload Date & Time
6 Ditonton

1.    Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan di Jakarta pada hari ini, Selasa (7/4/2020). DKI jakarta menjadi daerah pertama yang mengimplementasikan PSBB. PSBB sendiri diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, untuk membebaskan Jakarta dari predikat episentrum penyebaran virus corona di Indonesia. Jika mengacu pada aturan, saat PSBB, angkutan ojek online tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang. Ojek online hanya boleh beroperasi untuk mengangkut barang. Pemerintah daerah juga diharuskan menerapkan aturan pembatasan orang di tempat umum dan transportasi publik. Selama psbb, pertemuan politik, olahraga, hiburan, akademik, agama dan budaya juga akan dilarang.

2.    Pemerintah tengah mengkaji ulang terkait pembayaran gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk aparatur sipil negara. Pertimbangan itu dilakukan dikarenakan beban keuangan negara saat ini begitu besar akibat pandemik virus corona atau covid-19. Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, sejauh ini gaji ke-13 dan THR untuk ASN, TNI dan Polri sudah diperhitungkan dan tidak akan terancam. Terutama untuk kelompok ASN golongan I, II dan III. Hanya saja, mekanisme pemberian gaji ke-13 dan THR untuk pejabat negara, seperti menteri, eselon I dan II, serta Dewan Perwakilan Rakyat akan disampaikan lebih lanjut kepada Presiden Joko Widodo.

3.    Hingga Selasa, 7 april 2020, ada penambahan kasus positif corona sebanyak, 247 orang. Sehingga jumlah total dari kasus positif corona di Indonesia sebanyak 2.738 orang. Selain itu, ada juga penambahan 12 pasien sembuh. Sehingga total pasien yang sembuh berjumlah 204 orang. Sementara itu, jumlah pasien meninggal dunia hingga hari ini ada sebanyak 221 orang. Dengan masih bertambahnya jumlah kasus corona di Indonesia, physical distancing masih harus terus dilakukan oleh masyarakat. Karena saat ini, kesadaran masyarakat menjadi kunci penanganan virus corona di Indonesia.

Komentar (0)