Penjelasan Yasonna Laoly Kepada Warga Tanjung Priok

CP name
KompasTV
Reporter
Upload Date & Time
31 Ditonton

JAKARTA, KOMPAS.TV – Aksi demonstrasi di depan kantor Kemenkum HAM terkait ucapan Menkum HAM Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok adalah daerah miskin, kumuh, dan kriminal, telah usai. 

Yasonna Laoly menggelar konferensi pers terkait demo warga Tanjung Priok di gedung Kementerian Hukum dan HAM untuk meluruskan maksud dari pada perkataan beliau.

“Ini ada draft konferensi pers, saya baca persis agar tidak dipelintir lagi. Sebenarnya apa yang saya sampaikan itu adalah penjelasan ilmiah, seharusnya ditanggapi secara ilmiah bukan secara politik. Karena saya merasa ada hal-hal yang dipelintir sehingga ada kerancuan informasi sehingga menimbulkan perbedaan pendapat.” Ujar Yasonna Laoly.

Yasonna Laoly juga berbicara tentang pandangannya “Sebenarnya tujuan nya hanya untuk kita mengerti bahwa kejahatan itu adalah produk sosial. Karena itu produk sosial maka kita sebagai masyarakat ikut serta memperbaiki kondisi-kondisi sosial yang berkaitan dengan kejahatan.”

Yasonna Laoly juga berterima kasih kepada warga Tanjung Priok “Saya menyampaikan terima kasih oleh saudara-saudara saya warga Tanjung Priok, sekaligus ingin menjelaskan bahwa apa yang saya sampaikan saat acara Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) di Lapas Narkotika Jatinegara, Jakarta itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung saudara warga Tanjung Priok”

Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara yang menggelar aksi di depan gedung Kementerian Hukum dan HAM mendesak sang menteri, Yasonna Laoly meminta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam. 

Permintaan maaf tersebut terkait dengan ucapan Yasonna yang dianggap menghina warga Tanjung Priok. 

"Menteri Yasonna Laoly harus minta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam di media media besar negeri ini," kata salah satu orator saat berada di atas mobil komando, Rabu (22/1/2020).
 

Komentar (0)