Masih Pandemi, Sampai Kapan Anak akan Belajar di Rumah?

CP name
KompasTV
Reporter
Upload Date & Time
9 Ditonton

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada tanggal 13 Juli 2020.

Hal tersebut ditandai dengan adanya penerimaan peserta didik baru tahun 2020.

Namun keputusan Kemdikbud ini direspons Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebagai kebijakan yang kurang tepat.

Menurut IDAI, skema membuka kembali sekolah paling cepat bila dilakukan pada bulan desember 2020 dengan memperbanyak tes PCR di kalangan anak-anak.

Hal senada juga disampaikan Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Menurut Muhadjir, saat ini pemerintah masih menggodok skenario pembukaan kembali sekolah, dengan mempertimbangkan resiko buruk yang akan dihadapi anak-anak dengan pola belajar tatap muka.

Wacana pembukaan kembali sekolah juga menimbulkan dilematis pada orangtua. Para orangtua umumnya khawatir akan ketidakmampuan anak-anak mereka menerapkan disiplin protokol kesehatan. 

Selain IDAI dan KPAI yang meminta penundaan new normal pada lembaga pendidikan, MPR juga meminta pemerintah menaruh perhatian besar pada keselamatan anak-anak peserta didik, dari ancaman pandemi covid-19.   

Pengalaman pahit Korea Selatan yang meliburkan kembali 838 sekolahnya, setelah kasus virus corona di Seoul melonjak kembali harus menjadi pembelajaran.

Satuan Tugas covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dokter Anggraini Alam menyebutkan kedisiplinan anak ini masih belum sematang orang dewasa. Sekolah juga isinya bukan hanya murid saja, namun ada guru, penjaga sekolah, petugas kebersihan dan masih banyak lagi. Sekolah di tengah pandemi seperti ini juga akan membuat physical distancing menjadi terabaikan.

Ketua Lembaga Kajian Kebijakan Pendidikan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Ace Suryadi menyebutkan PGRI sudah melakukan sruvei secara online dan mayoritas meminta pembelajaran tatap muka saat tahun ajaran baru ditunda terlebih dahulu. 

Komentar (0)