Kenapa Air Laut Suramadu Terbelah?

CP name
OPINI.id
Reporter
Upload Date & Time
Update Date & Time
1,896 Ditonton

Video Selat Madura yang direkam dari Jembatan Suramadu ini jadi viral. Soalnya air laut di bawah jembatan itu terlihat kayak terbelah. Tapi ternyata ada penjelasan ilmiahnya, loh! Fenomena kayak gini namanya Halocline. Hal ini dibenarkan oleh Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya Ady Hermanto.

"Ya memang benar gradasi warna itu fenomena yang biasa terjadi karena ketika ada aliran muara sungai di daerah sekitar itu. Memang gradasi warna itu terjadi karena perbedaan densitas (massa jenis air) air laut," kata Ady dilansir Detik.com, Rabu (20/3/2019). Sepintas, dua bagian laut di bawah Suramadu itu seperti terbelah dan enggan menyatu. Ady menyampaikan, itu terjadi karena kadar garam (salinitas) yang berbeda.

"Massa jenis air laut di mana ada salinitas tinggi dan ada yang tidak tinggi sehingga air tidak bisa menyatu," imbuhnya.

Jadi persis di sekitar Jembatan Suramadu terjadi pertemuan antara air laut dan air tawar yang berasal dari Kalimas. "Pelabuhan Ujung Muara Kalimas kan ada di situ. Air yang keluar di situ kemudian bertemu dengan air laut yang di Selat Madura. Jadi, massa jenis air laut tidak bisa bersatu. Itulah kenapa di situ sering terjadi (Halocline)," tambahnya. Ady menambahkan, tidak ada yang harus dikhawatirkan atas perbedaan warna air laut di bawah Suramadu. Gradasi air laut yang biasa disebut Halocline itu tidak memiliki dampak apapun.

"Tidak menimbulkan efek sama sekali pada atmosfer cuaca. Gradasi warna terjadi karena massa jenis air sangat mencolok," pungkas Ady dilansir Detik.com. Nah, jadi gak perlu parno lagi ama fenomena ini. Bayangin aja air laut itu kayak kamu sama mantan kamu yang udah gak bisa nyatu

Komentar (0)