KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street tergelincir pada perdagangan Selasa (7/7), setelah menorehkan kenaikan terpanjang indeks acuan S&P 500 tahun ini. Pasar kembali mengkhawatirkan tentang puluhan ribu kasus baru virus corona (Covid-19).

Melansir Reuters, pukul 10:00 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 208,12 poin atau 0,79% pada 26.078,91, S&P 500 turun 11,52 poin atau 0,36% pada 3.168,20, dan Nasdaq Composite turun 6,22 poin atau 0,06 % pada 10.427,43.

Wilayah Miami yang lebih besar dari Florida kini menjadi epicentrum baru corona di Amerika Serikat (AS). Sementara, Texas mencatat jumlah tertinggi sepanjang masa orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 selama delapan hari berturut-turut.

Baca Juga: Wall Street Melesat, Dow Jones Disokong Saham Teknologi, Nasdaq Tembus Rekor

"Sementara kami memperkirakan volatilitas yang berkelanjutan, kami pikir ada alasan untuk optimisme bahwa ekonomi dan pasar dapat mengatasi percepatan kasus infeksi corona baru-baru ini," Mark Haefele, kepala investasi di UBS, mengatakan dalam sebuah catatan dilansir dari CNBC.

“Ada tanda-tanda bahwa sistem perawatan kesehatan mengatasi Covid-19 dengan lebih baik, mengurangi kebutuhan akan pembatasan kebebasan bergerak. Data ekonomi terus menunjukkan ketahanan. "

Departemen Tenaga Kerja merilis laporan terbaru tentang lowongan pekerjaan AS, yang menunjukkan tumbuh menjadi 5,4 juta pada Mei.

Comment 0