Waduh, Perusahaan AS Ramai-ramai Ekspansi ke China

Jakarta - Perusahaan multinasional Amerika Serikat (AS) semakin banyak yang melakukan ekspansi bisnisnya ke China selama dua dekade terakhir. Hal ini dikhawatirkan akan semakin mengikis daya saing industri dan kepemimpinan di sektor teknologi Negara Paman Sam.

Mengutip South China Morning Post versi portal, Kamis, 2 Juli 2020, kekhawatiran itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara dua kekuatan ekonomi dunia itu, saat mereka bergerak menuju decoupling ekonomi (pemisahan atau pemutusan hubungan ekonomi yang dahulunya mempunyai keterikatan yang kuat).

Baca Juga: Trump Bujuk China untuk Bantu Menangkan Pilpres

Laporan itu menyebutkan bahwa pengeluaran penelitian dan pengembangan perusahaan-perusahaan AS di Tiongkok meningkat enam kali menjadi US$ 3,7 miliar pada tahun 2017. Hal itu terjadi tatkala China menyalip Kanada, Jepang, dan Prancis menjadi tujuan terbesar keempat bagi pengeluaran riset dan pengembangan di luar negeri perusahaan-perusahaan AS.

Washington terus melakukan langkah-langkah untuk membatasi akses China ke pengetahuan dan produk teknologi AS.

Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS-Cina mengatakan dalam sebuah laporan penelitian yang dirilis pada hari Rabu bahwa Kongres AS harus mempertimbangkan langkah-langkah untuk menjaga kemampuan AS dalam berinovasi.

Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta bantuan Presiden China, Xi Jinping untuk menang pada Pilpres AS 2020. (Foto: Dok|New Indian Express).

Laporan tersebut menganalisa kegiatan komersial AS di Tiongkok dari tahun 2000, ketika Beijing siap untuk bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam membuka pasarnya, hingga 2017 sebelum perang dagang AS-Cina yang berkepanjangan dimulai.

"Dalam menganalisa evolusi operasi MNE (perusahaan multinasional) AS di China dari tahun 2000 hingga 2017, laporan ini menemukan bahwa mereka dapat secara tidak langsung mengikis daya saing industri domestik dan kepemimpinan teknologi Amerika Serikat terhadap China," kata laporan itu.

Selain itu, ketika aktivitas MNE AS di Tiongkok semakin berfokus pada produksi teknologi canggih, risiko yang tanpa disadari perusahaan-perusahaan AS memungkinkan China untuk mencapai kebijakan industri dan peningkatan pengembangan militer.

Baca Juga: Imbas Covid-19 Terhadap Ekonomi AS Hingga Akhir 2021

Di tengah konfrontasi habis-habisan dengan Beijing, Washington terus melakukan langkah-langkah untuk membatasi akses China ke pengetahuan dan produk teknologi AS. Pemerintahan Presiden Donald Trump mewaspadai penggunaan teknologi ganda untuk tujuan militer maupun sipil - dan membatasi pertukaran akademik antara dua negara. []

Comment 0