Source: pexels
Source: pexels

Mengenakan masker ketika berada di luar rumah sangatlah penting, bahkan diwajibkan oleh banyak negara di dunia. Sebab selain mencegah diri sendiri terinfeksi, memakai masker juga melindungi sesama dari wabah yang telah menjangkit lebih dari 11 juta orang di seluruh dunia.

Namun telah menjadi perdebatan hangat di masyarakat, mengenai pemakaian masker ketika sedang berolahraga. Beberapa hari lalu, Organisasi Kesehatan Dunia akhirnya angkat suara dan mengatakan sebaiknya orang-orang jangan mengenakan masker ketika berolahraga karena dapat mengganggu pernapasan.

"Keringat juga membuat masker jadi basah sehingga membuat orang sulit bernapas dan mempercepat tumbuhnya mikroorganisme. Langkah pencegahan yang penting untuk dilakukan ketika berolahraga adalah untuk menjaga jarak fisik paling tidak satu meter dengan orang lain," jelas WHO di Twitter.

Q: Can people wear masks while exercising?
A: People should NOT wear masks when exercising as masks may reduce the ability to breathe comfortably.
More ➡️ https://t.co/TdKoGmWrIr#COVID19 #coronavirus #KnowTheFacts pic.twitter.com/vDtg0khRzY

— World Health Organization (WHO) (@WHO) July 1, 2020

Pernyataan yang dibuat WHO menyusul banyaknya keresahan publik yang mengeluh sulit bernapas ketika berolahraga. Bahkan dua pelajar di Tiongkok dilaporkan tewas karena kekurangan oksigen ketika berolahraga di gym sambil mengenakan masker. Berita selengkapnya dapat dibaca DI SINI.

Sejumlah posting di media sosial mengklaim bahwa mengenakan masker dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida yang menyebabkan orang pingsan - atau bahkan lebih buruk.

Dr. Daniel Pahua Díaz, seorang akademisi dari Departemen Kesehatan Masyarakat di sekolah kedokteran National Autonomous University of Mexico, mengatakan bahwa perasaan kekurangan udara yang mungkin dialami disebabkan karena obstruksi atau hambatan mekanis tergantung pada jenis masker yang kita gunakan. 

"Tapi perasaan terhalang itu karena kita tidak terbiasa menggunakan masker mulut. Tetapi dengan demikian hal itu tidak akan menyebabkan kita mengalami hipoksia apa pun," jelasnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengakui penggunaan masker mungkin menghalangi penggunanya bernapas, terutama terhadap orang-orang yang memiliki gangguan saluran pernapasan dan sedang berolahraga. 

Ya, inilah yang menyebabkan tubuh terkadang merasa sesak atau sulit bernapas ketika mengenakan masker. Mengenakan masker saat berolahraga juga dinilai berbahaya karena dapat menghalangi masuknya oksigen yang dihirup ke paru-paru, sehingga dapat menyebabkan orang untuk pingsan.

Source: pexels
Source: pexels

Lantas apa solusinya?

Karena di Indonesia masyarakat diharuskan untuk mengenakan masker ketika berada di luar tempat tinggal, maka lebih baik untuk berolahraga di rumah. Banyak video dan aplikasi seperti Nike Training yang dapat membantu kalian berolahraga dan mengeluarkan keringat di dalam rumah, atau kalian bisa klik DI SINI untuk melihat 12 olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah.

Jika memutuskan untuk berolahraga di luar, kalian bisa ikuti saran CDC untuk mengenakan masker non-N95 seperti masker bedah atau masker kain karena tidak terlalu mengganggu pernapasan dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari. 

Perlu diketahui, baik CDC maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mengeluarkan peringatan bahwa menggunakan masker wajah bedah akan mengakibatkan penipisan tingkat oksigen yang berbahaya bagi masyarakat umum.

#TrendingDunia

Comment 0