Viral Video Empat Anak Mandi-mandi dengan Buaya, Panji Petualang Coba Ungkap Faktanya
Panji Petualang mencoba mengungkap fakta viralnya video empat anak-anak yang sedang mandi-mandi dengan seekor buaya. 

Panji Petualang mencoba mengungkap fakta viralnya video empat anak-anak yang sedang mandi-mandi dengan seekor buaya. 

Dalam video yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa lokasi mandi-mandi anak-anak itu ada di Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara. Namun belum dikonfirmasi pasti soal lokasi dan kebenaran video tersebut.

Berbagai komentar pun menanggapi video tersebut. Ada yang menyinggung majalah National Geographic, bahkan menyebut-nyebut nama Panji.

"National Geographic menangis melihat ini," komentar warganet.

"Generasi pawang buaya," kata warganet lainnya.

"Panji menangis meliat ini," kata kata abid_iskandar, menyebut nama seorang pawang binatang yang namanya terkenal karena memandu acara di televisi, yang suka menangkap hewan liar.

Video itu menjadi viral dan sudah ditonton ratusan ribu kali. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa video itu settingan dengan menyebut buaya itu palsu.

"Jangan percaya ini pasti settingan. Ingat yang asli yang ada badaknya," ujar warganet k_pratamas0883 yang langsung mendapat puluhan komentar balasan.

Tanggapan Panji Petualang

Panji Petualang mencoba mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dengan buaya itu. Menurutnya, kemungkinan besar, buaya tersebut mati akibat tersangkut jaring nelayan. Akibatnya, buaya tersebut menjadi kehabisan napas di dalam air dan akhirnya mati. Atau bisa juga, buaya tersebut memang sengaja dijerat untuk kebutuhan konsumsi.

Lebih lanjut Panji  menjelaskan, ada beberapa anak berenang dengan 1 ekor buaya muara (crocodilus porosus) buaya dalam kondisi mati lemas tersebut terlihat di seakan bersahabat dan jinak terhadap anak. 

"Nah buaya mati tersebut akhirya di pake mainan sama anak2 yang kebetulan sedang mandi di sungai," ungkap Panji di akun Instagram-nya @panjipetualang_real, setelah video itu sempat viral, Sabtu (3/7).

Untuk menunjukkan argumennya, Panji Petualang mengunggah video lain yang berkaitan dengan buaya. Dia juga menampilkan cuplikan saat buaya mati lemas akibat kehabisan napas. Dan ada video saat ada seorang warga sedang membawa hewan buruan yakni buaya.

Berikut tanggapan lengkap Panji Petualang yang dia post di akun Istagram-nya.

"Ada beberapa anak berenang dengan 1 ekor buaya muara (crocodilus porosus) Buaya dalam kondisi mati lemas tersebut terlihat di seakan bersahabat dan jinak terhadap anak. Penyebab matinya buaya biasanya karena tersangkut jaring ikan melayan dan akhirnya mati tenggelam kehabisan nafas, dan bisa juga memang sengaja di buru untuk kebutuhan konsumsi. Nah buaya mati tersebut akhirya di pake mainan sama anak2 yang kebetulan sedang mandi di sungai ???? Video 2 (slide 2) Dokumentasi netizen dapet buaya nyangkut jaring dan buayanya mati lemas kehabisan nafas. Video 3 (slide 3) seorang bapak gendong buaya hasil buruan. Info ya gaes sedikitnya ada 4 species buaya di indonesia yang umum di kenal dan semuanya masuk sebagai daftar satwa di lindungi."    

Lihat postingan ini di Instagram

Video 1 (slide 1) Ada beberapa anak berenang dengan 1 ekor buaya muara (crocodilus porosus) Buaya dalam kondisi mati lemas tersebut terlihat di seakan bersahabat dan jinak terhadap anak. Penyebab matinya buaya biasanya karena tersangkut jaring ikan melayan dan akhirnya mati tenggelam kehabisan nafas, dan bisa juga memang sengaja di buru untuk kebutuhan konsumsi. Nah buaya mati tersebut akhirya di pake mainan sama anak2 yang kebetulan sedang mandi di sungai 😊 Video 2 (slide 2) Dokumentasi netizen dapet buaya nyangkut jaring dan buayanya mati lemas kehabisan nafas. Video 3 (slide 3) seorang bapak gendong buaya hasil buruan 🙈😢 Info ya gaes sedikitnya ada 4 species buaya di indonesia yang umum di kenal dan semuanya masuk sebagai daftar satwa di lindungi 🙏

Sebuah kiriman dibagikan oleh PANJI PETUALANG (@panjipetualang_real) pada 3 Jul 2020 jam 9:40 PDT

Comment 0