Photo by Unsplash/arifriyanto
Photo by Unsplash/arifriyanto

Platform pembayaran virtual OVO tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, salah satu pekerja perusahaan tersebut diduga telah menyalahgunakan data pribadi seorang pengguna.

Kabar ini terungkap, usai seorang warganet mengunggah percakapan milik adiknya dengan salah satu orang yang mengaku bekerja di OVO. Oknum itu menyebut dirinya sebagai karyawan OVO yang bertugas untuk mengurus upgrade akun.

@prayogoafang membuat sebuah utas untuk menjelaskan kronologi peristiwa yang dialami adiknya, dalam unggahan tersebut ia juga melampirkan bukti percakapan yang terjadi.

@prayogoafang merasa keberatan sebab oknum tersebut mengirimkan foto KTP serta swafoto tengah memegang KTP pelanggan yang kala itu adalah adiknya.

@prayogoafang kesal dan mempertanyakan prosedur sebenarnya yang diterapkan perusahaan.

โ€œApakah memang prosedurnya seperti ini? Jika tidak, kenapa bisa ada chat ke nomor pribadi yang pada dasarnya privasi pengguna jasa ya?,โ€ tulisnya.

Dalam utas tersebut, pria itu juga tidak lupa untuk menandai akun resmi dari OVO.

Cuitan ini kemudian viral dan mendapatkan berbagai reaksi dari warganet, mereka mengecam tindakan oknum yang menyalahgunakan pekerjaannya untuk kepentingan pribadi.

Menanggapi kabar viral tersebut, OVO merilis pernyataan resmi mereka.

Platform pembayaran online itu memastikan perlindungan terhadap data privasi pengguna. Selain itu, OVO juga menindak tegas pegawai tersebut dengan memutus hubungan kerja.

Pengumuman ini disampaikan oleh OVO melalui media sosial mereka @ovo_id pada Jumat (3/7).

OVO memastikan untuk dapat terus memberikan perlindungan bagi para pengguna kami ๐Ÿ™๐Ÿ™ pic.twitter.com/TnPrsoDcON

โ€” OVO - Payment & Points (@ovo_id) July 3, 2020

Buntut dari peristiwa itu, tidak sedikit warganet merasa khawatir dengan tindakan oknum tidak bertanggung jawab.

Warganet juga mengapresiasi terhadap teguran keras OVO kepada oknum tersebut.

Comment 0