Pemerintah mewajibkan masyarakat untuk memakai masker selama pandemi COVID-19. Ternyata, kondisi ini dirasa kurang menguntungkan bagi penyandang tuli yang mengandalkan gerak bibir lawan bicara untuk berkomunikasi.

Melalui Twitter, seorang perempuan tuli bernama Widi Utami menceritakan kekhawatirannya itu ketika pergi ke salah satu bank milik pemerintah. Dia bercerita biasanya berkomunikasi dengan membaca gerak bibir, namun karena harus memakai masker hal ini tidak bisa dilakukan.

Untuk mempermudah komunikasi, Widi pun berinisiatif menyediakan catatan kepada pihak bank. Ia kemudian merasa terharu ketika satpam bank siap membantunya mulai dari kedatangan hingga transaksi di teller bank.

Melalui akun twitternya @MustikaUngu, dia menceritakan pengalamannya bertransaksi di Bank BNI cabang Jati Raya, Banyumanik, Semarang melalui thread yang kemudian menjadi viral.

"Tuli Pergi ke Bank di Tengah Pandemi."

"Hormat sedalam-dalamnya untuk Bapak Kurniawan, Satpam BNI cabang Jati Raya, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah."

"Aku Tuli, tetapi masih bisa ngomong. Mengandalkan cara bicara dengan membaca gerak bibir. Begitu ada protokol wajib pakai masker. Blar! Rasanya hopeless."

"Tapi aku masih meyakini, ada jalan untuk tetap berkomunikasi. Kunjungan ke bank BNI dekat pasar Rasamala Jati Raya Banyumanik kemarin membuatku terharu," tulis Widi, dikutip HaiBunda, (6/6/2020).

Cerita viral perempuan tuli di bank/ Foto: Twitter

Widi melanjutkan, satpam menemaninya mulai dari mengisi slip penarikan sampai ke teller. Satpam juga memberitahukan ketika nomor antriannya dipanggil, bahkan ia menulis semua apa yang dibicarakan teller pada Widi.

Dari pengalamannya ini, Widi yakin jika penyandang disabilitas sepertinya berani speak up terus-menerus maka Indonesia akan inklusif pada waktunya.

"Dear all, keluarlah dan sampaikan kebutuhanmu yang spesial, mereka akan menyesuaikannya dengan keadaan kita," sambungnya.

Kepada CNBC Indonesia, Widi mengakui sejak masa pandemi berlangsung ini pertama kalinya dia datang bertransaksi ke bank. Dia pun mengapresiasi pihak BNI terutama satpamnya yang bersedia membantunya dengan sigap.

"Biasanya sebelum pandemi aku cuma bilang kalo aku tuli dan minta pihak bank memperjelas gerak bibirnya, dan mereka mau kok," katanya.

Comment 0