Photo by Unsplash/flpschi
Photo by Unsplash/flpschi

Seorang siswi perempuan dirisak teman sekolah hingga alami trauma. Anggap sekolah lalai, ibunya menuntut tindakan hukum atas yang dialami putrinya itu.

Diberitakan, sebuah sekolah negeri di Temerloh kota kecil di Pahang, Malaysia telah dituntut lebih dari RM 2 juta atau sekitar Rp 6 miliar oleh keluarga korban dengan alasan keadilan.

Ibu korban, Zaiton Yusoff (52), menuturkan putrinya berusia 16 tahun harus menemui psikiater serta psikolog setiap bulan  demi memulihkan kondisi psikologisnya. Tak cuma beban psikis, putrinya juga menderita luka pada tulang rusuk, mata, kaki, lengan, serta leher. 

“Dia harus menemui psikiater dan psikolog di rumah sakit pemerintah setiap bulan dan telah diberi resep obat untuk membantu mengatasi masalah emosinya,”ujar Zaiton

Zaiton bercerita, putrinya adalah anak yang bersemangat pergi sekolah, namun semuanya berubah usai terjadi bullying pada  Juli  tahun lalu. Kini mereka harus pindah rumah demi menyelamatkan anaknya. "Keluarga pindah ke Selangor, untuk mencoba meninggalkan kenangan buruk dan tidak menyenangkan,"tambahnya.

Keluarga itu menuntut biaya besar sebagai ganti rugi umum, biaya hukum, dan biaya lain yang diperlukan untuk pengadilan. Total biaya yang dituntut oleh mereka sekitar RM 2 juta atau senilai Rp 6 miliar.

Peristiwa bully ini sendiri terjadi pada 11 Juli 2019 lalu, berdasarkan data yang terkumpul, terdakwa pertama diduga menggoda serta mengganggu siswi itu di lingkungan sekolah.

Ketika di dalam kelas, korban dilempari ‘bola kertas’ serta pena selama pelajaran sejarah.

Di akhir sesi kelas, korban juga ditampar dengan tangan yang dilumuri tinta pena. Wajahnya lalu dicubit, pelaku juga menusuk dada, perut, dan kaki korban. Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI

#TrendingDunia

Comment 0