Viral seorang ayah nekat menyerahkan anaknya ke petugas PSBB. (Foto: Instagram/Tangkapan Layar@ndorobeii)

Baru-baru ini beredar video memperlihatkan seorang ayah menyerahkan dua orang anaknya ke petugas PSBB viral di media sosial. Lelaki tersebut tampak emosional karena ia disebut tidak mampu lagi membeli susu sang anak akibat penerapan PSBB.

Menurutnya, aturan tersebut menyengsarakan keluarganya karena mata pencariannya turun drastis. Video itu pun mendadak heboh di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @ndorobeii Kamis, (28/5).

Dalam video tampak seorang lelaki marah-ramah di tempat pos PSBB di Kalimantan Tengah. Ia mengeluh karena penerapan PSBB membuat mata pencahariannya lenyap hingga tidak mampu lagi membeli susu anaknya.

Viral seorang ayah nekat menyerahkan anaknya ke petugas PSBB. (Foto: Instagram/Tangkapan Layar@ndorobeii)

"Kalian betul, tapi pemerintah tidak membantu, saya seperti dibunuh (seperti ini). Ya udah ini anakku saya serahkan sama kalian. Ini mobil kredit, Pak, belum bayar tiga bulan," ucap lelaki itu kepada petugas PSBB yang terdiri dari TNI, Polisi, dan Dishub.

Lelaki yang mengaku sebagai warga Kelurahan Menteng, Kota Palangkaraya, Kalimatan Tengah, ini tidak mampu menahan emosinya hingga ia sempat berkeinginan menyerahkan anaknya ke petugas PSBB.

Di sisi lain, kedua anak tersebut tampak menangis saat melihat sang ayah berteriak-teriak di depan petugas. Lelaki yang belum diketahui pasti identitasnya mengaku hampir putus asa menjalani hidup di tengah wabah virus corona dan penerapan PSBB.

"Kasihan anakku, Pak beli susu aja susah," ucap lelaki tersebut.

Sejak diunggah di media sosial, postingan video itu pun mengundang komentar warganet. Mereka memberikan berbagai respons terkait video tersebut.

"Kasihan itu anaknya mending diserahkan ke panti sosial sementara. Takutnya bapaknya benar-benar nekat," tulis @sofiasiti91.

"Cuma mau bilang, semoga semua baik baik aja, sehat dan bisa melewati ini semua bersama-sama," lanjut @cheflawana.

"Di luar sana, jangankan kredit mobil, bayar kontrakan rumah yang harga Rp 500 ribu aja ada yang enggak mampu," timpal @akukucingloh. (fre)

Comment 0