WALI Kota Bogor Bima Arya.*

PIKIRAN RAKYAT - Habibie (28), tak kuasa menahan haru. Setelah hampir dua bulan lebih tak menjalankan ibadah Salat Jumat di masjid, untuk kali pertamanya, Habibie kembali salat berjamaah dalam masjid di tengah pandemi Covid-19.

Melalui Surat Edaran Wali Kota Bogor, Kamis 28 Mei 2020, rumah ibadah mulai dibuka bagi masyarakat umum, namun dengan catatan rumah ibadah tersebut harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Salah satu masjid yang menggelar Salat Jumat yakni Masjid Baitur Ridwan, di Kecamatan Bogor Barat.

Pada kesempatan tersebut, Habibie menjadi bagian dari jemaah bersama Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga melaksanakan Salat Jumat di masjid tersebut.

Menurut Habibie, ibadah Salat Jumat kali ini betul-betul menjalankan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Sebelum masuk ke dalam masjid, para jemaah terlebih dahulu harus melalui pemeriksaan cek suhu tubuh di pintu gerbang masjid.

Para jemaah juga diminta untuk cuci tangan menggunakan cairan pembasmi kuman, serta melewati bilik desinfektan yang berdiri di kawasan masjid.

Sesuai aturan dalam protokol kesehatan, saf jemaah juga dibuat tak rapat. Setiap orang yang memasuki masjid harus menjaga jarak kurang lebih satu meter hingga salat Jumat berlangsung.

Meskipun harus menjalani protokol kesehatan yang cukup ketat, Habibie mengaku tak mempermasalahkannya.

Habibie bersyukur, karena akhirnya ia bisa kembali menunaikan ibadah Salat Jumat dalam masjid.

Hal itu juga dirasakan jemaah lainnya karena terbukti jumlah jemaah yang datang meluber hingga ke halaman masjid.

“Seneng banget bisa kembali bersujud di masjid, mendengar kotbah walau sedikit. Dalam hati ya terharu, bermimpi untuk bisa kembali normal,” kata Habibie.

Perasaan haru juga diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya. Bima mengaku agak emosional saat mendengar azan dalam masjid.

Bima berharap, langkah Pemkot Bogor membuka kembali tempat ibadah menjadi salah satu ikhtiar dalam melawan Covid-19.

“Agak emosional ya, terharu sekali. Rasanya susah diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Bima.

Keputusan Pemkot Bogor membuka kembali ruang ibadah di dalam masjid, menurut Bima, didasari kajian ilmiah.

Bima mengklaim, kasus Covid-19 di Kota Bogor sudah cukup terkendali dan terus melandai, sehingga Kota Bogor mulai melaksanakan langkah yang baru.

“Ikhtiar dari tenaga medis, Pemkot Bogor sudah dilakukan, ujung-ujungnya ya kuasa Allah. Kita memohon di tempat-tempat ibadah, agar kita bisa menang melawan Covid-19.

Dengan bismillah, kita mulai kembali beribadah di masjid, tentunya dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat,” kata Bima.

Dari hasil kesepakatan dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kantor Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, khusus untuk aktivasi rumah ibadah terutama masjid, ada syarat pengawasan ketat dari gugus tugas penanganan Covid-19.

Masyarakat atau DKM masjid bisa mengajukan permohonan kepada kelurahanan. Nanti PemkotBogor yang akan memutuskan mana saja masjid yang akan diawasi.

Beberapa protokol kesehatan yang wajib dijalankan yakni menyediakan sarana cuci tangan, mengukur suhu tubuh jamaah, membawa sajadah masing-masing.

Kemudian, Menerapkan jaga jarak dua meter, dianjurkan membaca ayat pendek, memersingkat kutbah, menggunakan masker, menganjurkan baca Quran dari gawai, dan yang sakit tidak diperkenankan beribadah di masjid, dan kapasitas masjid tidak boleh melebihi kuota.

Tak hanya itu, dalam protokol kesehatan, Pemkot Bogor juga mengimbau agar anak-anak di bawah 15 tahun dan lansia agar bisa beribadah di rumah.

Meskipun sudah memberikan kelonggaran beribadah di tempat ibadah, protokol kesehatan harus benar-benar ketat diawasi.

Pemkot Bogor, lanjut Bima, akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengawasi pelaksanaan ibadah. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan.

“Tahap awal kita seleksi sekali mana tempat ibadah yang diperbolehkan untuk umum, nanti Pak Danrem, Pak Dandim, akan menerjunkan aparat untuk mengingatkan masyarakat,” ujar Bima.***

Comment 0