Shia LaBeouf dikritik soal 'brownface' dalam film 'The Tax Collector' (Foto: Shia LaBeouf)
Shia LaBeouf dikritik soal 'brownface' dalam film 'The Tax Collector' (Foto: Shia LaBeouf)

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Aktor Shia LaBeouf segera membintangi sinema laga terbaru yang berjudul The Tax Collector. Tak lama setelah cuplikan filmnya dirilis, kritik berdatangan yang menyebut LaBeouf melakukan praktik "brownface".

LaBeouf memerankan bos gangster yang mengumpulkan "pajak" dari geng-geng di seantero Los Angeles. Warganet menyayangkan LaBeouf yang merupakan aktor kulit putih namun tampil sebagai etnis Hispanik.

"Sangat menyedihkan kita tidak punya cukup aktor Chicano dalam kehidupan gangster untuk peran seperti ini. Terima kasih Tuhan ada bocah kulit putih yang masuk dan jadi penyelamat," tulis salah satu pengguna Twitter dengan sinis.

Warganet lain menyebutnya sebagai cerita dengan etnis Latin dan kulit hitam yang melebih-lebihkan budaya geng sehingga berpotensi menambah ketakutan terhadap mereka. "Hollywood, ayolah, kami tidak butuh ini sekarang," tulisnya.

Sejumlah komentar tersebut membuat sutradara film, David Ayer, merasa harus merespons. Sang sineas menjelaskan bahwa karakter LaBeouf dalam film bukanlah etnis Latin, tetapi dia hanya tumbuh dalam budaya dan dikelilingi etnis tersebut.

"Ini jawaban yang sangat penting - Shia memerankan pria kulit putih yang tumbuh dengan kultur tersebut. Juga satu-satunya aktor kulit putih dalam film," kata Ayer, seperti dikutip dari laman Fox News, Selasa (7/7).

Ayer menambahkan, dia sangat familier dengan kondisi itu karena begitulah masa kecilnya dulu. Menurut Ayer, budaya Chicano sangat inklusif. Dia tumbuh bersama orang-orang kulit putih, kulit hitam, Asia, dan Filipina, dalam semacam budaya 'jalanan'.

Sutradara Suicide Squad itu memastikan LaBeauf memainkan peran dengan baik dan mempelajari lingkungan serupa untuk keperluan peran. Dia pun menanggapi cicitan lain dari warganet yang mengatakan The Tax Collector adalah film polisi.

"Kau baru saja memberi tahu mereka. Ini bukan film polisi. Dan Shia memerankan sesuatu yang sangat spesifik. Sama sekali bukan brown face," tulisnya.

Kontroversi media sosial bermula setelah sesi wawancara Ayer dengan Slash Film. Dia mengatakan LaBeouf benar-benar total untuk film mendatang. Aktor 34 tahun itu menato seluruh dadanya demi terlihat meyakinkan sebagai sosok yang dia perankan.

"Dia adalah salah satu aktor terbaik yang pernah bekerja dengan saya, dan dia yang paling berkomitmen untuk tubuh dan jiwa. Dia tidak ragu melakukan semuanya, aku belum pernah melihat sosok yang sangat berkomitmen seperti dia," kata Ayer kala itu.

Comment 0