Photo by Unsplash/alecthenomad
Photo by Unsplash/alecthenomad

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan sebuah kisah perempuan yang memiliki pengikut fanatik di media sosial. Perempuan tersebut cukup terkenal di hingga mempunyai ratusan pengikut di media sosial.

Perempuan tersebut menjelaskan awal diteror oleh salah seorang dari pengikut di media sosialnya, sejak ia menginjak kelas delapan atau dua SMP. Kisah ini ia unggah di akun Tik Toknya, dan terbagi dalam lima video.

Ia mengatakan dihubungi oleh salah satu pengikutnya melalui aplikasi pesan singkat, setelah beberapa saling bertukar pesan, perempuan itu merasa ada yang aneh dan akhirnya memblokir orang tersebut.

“Jadi pertamanya itu, dia udah pernah nge-LINE aku, dari aku kelas delapan (dua SMP). Semua orang yang LINE aku pasti aku balas, nah makin lama orang ini makin aneh. Dan tiba-tiba dia ganti profile LINE dia jadi foto aku, diedit sebelahan sama dia di-photoshop, terus statusnya juga pakai nama aku,” ujarnya.

Usai memblokir pengikut yang disebutnya sebagai psikopat dengan harapan akan menghilang, perempuan itu justru diteror kembali lewat Instagramnya. Meski sudah beberapa kali diblokir, pengikutnya itu tetap membuat sejumlah akun palsu untuk memantau aktivitasnya.

Mengetahui kembali dikontak oleh salah satu pengikut yang terobsesi padanya, perempuan itu mengaku ketakutan hingga gemetar.   “Setelah aku block dia tiba-tiba kirim pesan, bilang gak mau ganggu. Tau itu siapa? Itu dia si pengikut psikopat. Dia bikin akun baru cuma buat kirim pesan itu,” katanya

Puncak kekhawatirannya muncul usai si penguntit mendatangi yayasan milik orang tua perempuan tersebut, pria itu menuturkan bahwa ia mencari keberadaan perempuan yang diidolakannya.

Dalam akhir videonya, perempuan tersebut meminta kepada penguntitnya untuk berhenti. Karena ia merasa kini mentalnya terganggu, tak jarang perempuan itu menangis karena merasa cemas.

“Pokoknya followers psikopat please jangan ganggu hidupku, karena aku sangat ke ganggu. Setiap ada suara dikit aku bakal mikir itu si psikopat, aku takut banget sumpah, mental aku terganggu banget. Sampai aku pernah nangis-nangis gitu,”

Video ini telah diputar sebanyak satu juta kali di Tik Tok.

Kisah ini viral dan diunggah ke berbagai lini media sosial, cerita tersebut menjadi sorotan publik.

Kisah itu ramai menuai berbagai reaksi dari warganet, mereka merasa takut dan geram terhadap tindakan pengutit yang terobsesi hingga melancarkan berbagai aksi tersebut.

Diteror oleh seseorang ini bukanlah kejadian pertama, sejumlah warganet turut membagikan kisah serupa yang pernah mereka alami.

Di era media sosial saat ini, segala hal dapat menjadi konsumsi publik. Tidak menutup kemungkinan bahwa kita telah memiliki stalker atau penguntit yang terobsesi. 

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari stalker di dunia nyata;

1. Berhenti membagikan informasi terlalu banyak

Berhati-hati bila mengumbar terlalu banyak informasi mengenai kehidupan pribadi kalian, seperti alamat rumah, kantor, sekolah, hingga foto pribadi. Detail-detail tersebut dapat memudahkan penguntit untuk menelusuri keberadaan kalian lebih dalam

2. Simpan bukti serta beritahu orang terdekat

Bila kalian merasa ada yang menguntit atau terror, simpanlah bukti serta informasikan kepada keluarga, pasangan, atau teman. Tidak ada salahnya menjadi waspada, dan hindari berpergian seorang diri

Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI

#TrendingNow

Comment 0