Pexels/Ivan Samkov

Setelah beberapa bulan melakukan karantina wilayah akibat pandemi Covid-19, cukup banyak negara yang telah melonggarkan kebijakan tersebut sehingga kembali beraktivitas secara normal.

Termasuk dalam kegiatan belajar dan mengajar anak-anak. Salah satu negara yang telah membuka kembali sekolah selama pandemi, yaitu Finlandia dan Prancis.

Namun, kembalinya aktivitas belajar dengan normal membuat beberapa anak terjangkit virus Covid-19. 

Secara lebih lanjut, berikut rangkuman Popmama.com yang dilansir dari berbagai sumber. 

1. Anak dan guru di Finlandia terpapar Covid-19

ALESSANDRO RAMPAZZO/AFP

Sebagian besar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Finlandia telah dibuka kembali pada Kamis (14/5/2020) setelah ditutup hampir dua bulan untuk memperlambat penyebaran Covid-19. 

Namun, 2 hari setelah sekolah dibuka kembali, beberapa kelas di Porvoo dan Sipoo, Finlandia, kembali beralih ke pembelajaran jarak jauh. Hal ini karena puluhan guru dan murid dilaporkan telah terjangkit virus Covid-19.

Setidaknya, ada 17 siswa dan 4 guru telah terpapar virus covid-19 di sekolah menengah yang memiliki 550 siswa itu.

Kini, semua yang terpapar covid-19 melakukan karantina di rumah. Sekolah pun akan disemprot disinfektan selama akhir pekan. 

Akibatnya, pembelajaran jarak jauh akan dilanjutkan untuk siswa kelas 4, 5, dan 6.

Namun, kegiatan belajar mengajar untuk kelas 1, 2, dan 3 akan tetap dilanjutkan di sekolah.

Pemerintah pun menginstruksikan kepada sekolah-sekolah untuk mengambil langkah-langkah dalam upaya menjaga jarak antar murid, termasuk saat waktu istirahat dan jam makan siang. 

2. Prancis kembali tutup sekolah karena kasus baru Covid-19

Twitter.com/@jmblanquer

Sejak sekolah dan penitipan anak di Prancis dibuka, Senin (11/05/2020), dilaporkan bahwa ada 70 kasus baru yang telah terjangkit Covid-19.

70 sekolah tersebut dikabarkan adanya kemungkinan terpapar Covid-19 sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Kemungkinannya adalah dengan melakukan karantina bagi siswa yang berasal dari 70 sekolah tersebut.

Selain itu, lebih dari 50.000 siswa sekolah menengah juga kembali ke sekolah pada Senin (18/05/2020), seminggu setelah pencabutan karantina nasional.

Setelah dilaporkan adanya kasus Covid-19 terkait dengan anak-anak, banyak taman kanak-kanak dan sekolah dasar ditutup kembali dalam seminggu. 

Menteri Pendidikan Prancis mengatakan bahwa penutupan segera beberapa sekolah adalah sebuah gambaran nyata bahwa lembaga pendidikan mengikuti pedoman dan protokol yang ketat. 

3. Tips jika anak kembali bersekolah saat pandemi

Pexels/August de Richelieu

Sebagaimana kegiatan sekolah yang hendak kembali dibuka dan berjalan seperti sedia kala, tentunya ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh para guru, siswa, orangtua dan staf pendidik sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bisa tetap diupayakan saat kegiatan belajar mengajar kembali normal. 

Beberapa hal tersebut diantaranya ialah: 

  • Melakukan proses skrining pada guru dan karyawan sekolah
  • Melakukan skrining pada zona lokasi tempat tinggal
  • Lakukan test Covid-19 pada masyarakat sekolah
  • Mengidentifikasi guru dan pegawai sekolah yang telah lolos tes 
  • Sosialiasikan pola sekolah yang baru secara virtual
  • Kegiatan belajar dan mengajar perlu diatur agar tidak terlalu padat dan lama
  • Mendata kesehatan dan kondisi siswa-siswi
  • Mengatur posisi duduk agar berjarak
  • Guru menetap pada satu kelas, tidak berpindah-pindah
  • Guru menjaga jarak dengan murid-muridnya
  • Melaukan skrining bagi guru, siswa, dan tenaga kerja sekolah setiap hari
  • Membatasi berkumpul
  • Melakukan skrining fisik di pintu gerbang sekolah
  • Penetapan aturan pola sekolah yang baru

Kewaspadaan tetap harus dijaga. Pencegahan juga senantiasa harus dilakukan. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir ya, Ma.

  • Panduan Pencegahan Covid-19 saat Kegiatan Sekolah Kembali Normal
  • Di Cina, Begini Cara agar Anak Tetap Jaga Jarak saat Berada di Sekolah
  • Dampak Covid-19, Indonesia Alami Krisis Pendidikan pada Anak-Anak

Comment 0