Snack Taro. Foto: Shutter stock

Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mensuspensi saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) alias TPS Food. Masa suspensi saham AISA telah mencapai 24 bulan pada 5 Juli 2020 lalu. Kondisi ini sejatinya membuat AISA terancam didepak dari pasar saham.

Meski demikian, otoritas bursa mengatakan AISA bisa terbebas dari penghapusan (delisting) dari papan perdagangan bursa apabila perseroan memenuhi kewajiban terakhirnya yaitu melakukan public expose insidentil dan menyampaikan laporan harga saham wajar dari penilai yang terdaftar di OJK.

“Dengan pelaksanaan Public Expose Insidentil dan penyampaian laporan harga saham wajar dari penilai yang independen, publik akan mendapatkan informasi yang relevan (terkini) mengenai performa perseroan dan harga wajar saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasinya,” ungkap Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna kepada kumparan, Sabtu (11/7).

Direktur penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Menurut Nyoman, otoritas bursa mengapresiasi AISA lantaran perseroan telah menunjukkan usahanya dengan memenuhi kewajiban non-finansial berupa penyampaian laporan keuangan interim dan audited yang berakhir Tahun 2018, Laporan Keuangan interim dan audited yang berakhir 31 Desember 2019.

Perseroan juga telah memenuhi kewajiban administratif kepada bursa sebelum batas waktu yang telah ditetapkan yaitu 5 Juli 2020.

Nyoman berkomitmen bahwa bursa akan senantiasa mengupayakan pembinaan termasuk berdiskusi dengan manajemen maupun pemegang saham pengendali terkait rencana strategis yang akan dilakukan dalam mempertahankan sustainability organisasi.

“Pembinaan dan komunikasi tersebut senantiasa dilakukan oleh Bursa sejak awal permasalahan going concern yang dihadapi oleh perusahaan tercatat,” tandasnya.

Comment 0