Photo by Unsplash/iriser
Photo by Unsplash/iriser

Apa rahasia pernikahan yang awet? Psikolog Lita Widyo baru-baru ini membagikan resep langgeng yakni suami dan istri jangan jadi ahli kebatinan. 

Menurut Lita, banyak pasutri berharap pasangannya paham apa yang sedang dirasakan tanpa pernah membahas masalah yang mereka alami. “Banyak pernikahan bubar karena beragam faktor, di antaranya karena pasutri sama-sama jadi ahli kebatinan. Ngandalin telepati doang,” kata Lita

Lewat akun Twitter @WidyoLita, ia menganjurkan sejak awal pernikahan mulailah beradaptasi dengan kebiasaan dan sifat satu sama lain dengan membuat kesepakatan yang akan terjadi usai menikah.

“Hal-hal sepele apa yang perlu diobrolin? Perlu pake banget, gaes. Jangan liat kualitas topiknya yang receh, tapi gimana kerecehan itu menjadi media untuk menguatkan relasi dan saling melekatkan,” tambahnya.

Banyak pernikahan bubar krn beragam faktor, di antaranya krn pasutri sama2 jd ahli kebatinan, ngandalin telepati doang. Ada apa2 gak saling diomongin.
Adaptasi marital di awal perkawinan menjadi kesempatan terbaik utk menyepakati berbagai hal berbeda yg ditemukan pasca menikah.

— Lita Widyo (@WidyoLita) June 24, 2020

Cuitan ini kemudian viral usai memperoleh 681 retweets serta 1.600 likes di Twitter.

Warganet menanggapi pernyataan Lita dengan berbagai reaksi. Mereka banyak membagikan pengalaman hidup serta petuah dalam menjalani pernikahan.

Sejumlah warganet juga ikut memberikan masukan untuk pasangan yang hendak menikah, mereka mengimbau pentingnya memahami serta belajar dari pasangan masing-masing.

Psikolog Klinis dewasa, Pingkan Cynthia Belinda Rumondor, S.Psi, M.Psi menganalogikan pernikahan sebagai peresmian dibangunnya sebuah lembaga atau perusahaan.

“Ibarat perusahaan, lembaga ini perlu punya visi misi dulu. Untuk mencapai visi misi tersebut, tentu butuh modal dan keterampilan. Menurut saya, modalnya memang nggak cukup dengan cinta aja,” kata Pingkan.

Perlu adanya sejumlah pertanyaan yang sebaiknya dijawab serta didiskusikan terlebih dahulu dengan pasangan sehingga dapat memiliki kesepakatan dalam visi misi pernikahan.

Salah satunya dengan membangun komunikasi yang efektif. Pasangan suami istri perlu saling memahami, dan menurut Pingkan kemampuan saling mengerti pasangan adalah hasil dari komunikasi efektif yang harus terus dilatih.

“Keterampilan komunikasi, bagaimana saling mendengarkan dan mengungkapkan itu juga sangat penting dalam sebuah pernikahan,” tambahnya.

Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI  

Comment 0