Westlife, boyband asal Irlandia, yang sempat menikmati puncak popularitas pada akhir tahun 90-an dan awal 2000-an, telah menyelenggarakan konser di Palembang, Sumatera Selatan.

Namun, pertunjukan konser tersebut menyisakan pengalaman kurang baik untuk pihak promotor, Musi Event.

Pasalnya, banyak pihak pejabat atau oknum petugas Palembang yang meminta perlakuan khusus sehingga merepotkan pihak promotor.

Hal tersebut dibeberkan lewat Instagram @musivent.

"Menjadi bagian dari konser besar menjadi suatu kebanggaan bagi kami tim @musievent, mungkin masih banyak kekurangannya, tapi kami yakin, stage show semalam merupakan yang terbaik selama sejarah event di palembang bahkan di sumatera. standing applause to @supersonic_indonesia," tulis Musi Event.

Kemudian, mereka menyimpulkan bahwa mungkin Palembang belum menjadi tempat yang bersahabat bagi penyelenggara konser internasional.

Pasalnya, banyak oknum-oknum petugas dan pejabat yang tidak menghargai proses penjualan tiket yang notabene adalah sumber penghasilan promotor untuk membayar komisi artis dan ongkos produksi yang jumlahnya luar biasa.

"Ya, mereka mungkin belum mengerti untuk saat ini dilihat dari mentalitas oknum2 tersebut di show semalam. Ada yang mau antrian beda lah, kursi khusus lah, minta kawal kedalam lah," imbuhnya.

Namun, Musi Event tetap merasa bangga telah menyelenggarakan konser besar artis internasional di Palembang, meskipun menyesalkan tingkah pejabat Palembang yang seolah merasa lebih penting dari warga lainnya tersebut.

Comment 0