Source: royalsociety
Source: royalsociety

Mengenakan masker ketika berada di luar rumah terbukti sangatlah penting, sebab selain mencegah diri sendiri terinfeksi, memakai masker juga melindungi sesama dari wabah yang telah menjangkit hampir 12 juta orang di seluruh dunia. Namun masih banyak orang yang enggan memakai masker karena berbagai macam alasan pribadinya.

Menanggapi isu ini, Presiden Royal Society Profesor Sir Venki Ramakrishnan, mendesak semua orang untuk memakai masker sebagai gaya hidup new normal, baik di tempat publik tertutup (indoor) maupun terbuka (outdoor). Ia juga mengatakan mereka yang enggan pakai masker patut dipermalukan, seperti halnya mengemudi tanpa sabuk pengaman atau dalam kondisi mabuk.

"Dulu mungkin biasa untuk minum miras beberapa botol lalu mengendarai kendaraan, sama seperti mengemudi tanpa sabuk pengaman. Hari ini keduanya akan dianggap sebagai antisosial, dan tidak memakai masker di tempat umum harus dianggap dengan cara yang sama," ajaknya.

Source: commons.wikimedia.org
Source: commons.wikimedia.org

Kepala akademi sains nasional Inggris itu mengatakan demikian setelah dua penelitian yang dilakukan institusinya membuktikan betapa efektifnya penggunaan masker dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Jadi anggap saja masker sebagai pakaian, yang penting dipakai setiap kali Anda tidak dapat menjaga jarak dengan aman seperti di kantor. Ini adalah hal yang tepat dan pun murah demi menjaga infeksi virus tetap rendah dan ekonomi terbuka berjalan baik di tengah pandemi," tegasnya.

Masih banyak yang enggan memakai masker

Pemerintah di seluruh dunia kini mewajiban penggunaan masker sebagai cara mengatasi virus korona, namun tak semua orang mau menurutinya. Termasuk tokoh publik ada yang berkeras ogah bermasker.

Source: commons.wikimedia.org
Source: commons.wikimedia.org

Salah satunya adalah Presiden Brazil Jair Bolsonaro. Ia meremehkan bahaya Covid-19 dan enggan memakai masker ketika berada di ruang terbuka, bahkan ketika muncul di televisi.

Pada 22 Juni, presiden berusia 65 tahun itu telah diperintahkan seorang hakim untuk mengenakan masker atau bakal dikenakan sanksi sebesar R$ 2 ribu atau setara sekitar Rp 5,5 juta.

Kemarin (7/7), ia dilaporkan positif terinfeksi Covid-19. Bolsonaro diketahui sudah mulai mengalami gejala sejak hari Minggu (5/7), menderita demam tinggi, batuk dan merasa tidak sehat.

#TrendingDunia

Comment 0