Setelah dilakukan pengetesan, ia dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Hampir semua negara menerapkan aturan lockdown demi mencegah penularan virus Covid-19. Akibatnya, masyarakat tidak dapat melakukan perjalanan keluar kota atau luar negeri baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Alhasil banyak orang yang terpaksa membatalkan perjalanannya.

Namun peraturan karantina ini tidak menghalangi seorang pria di Malaysia untuk bertemu dengan keluarganya. Ia rela berjalan kaki sejauh 557 Km demi bertemu dengan putrinya. Sayang perjalanan itu berakhir tragis karena pria ini meninggal di tengah perjalanan.

www.pexels.com
www.pexels.com

Dilansir dari Ohmymedia.cc via Brilio.net (15/05/2020), Mohd Haszlee Hasyim merindukan keluarganya, terutama sang putri yang sudah setahun tidak bertemu. Sayang lockdown mengharuskan ia untuk tetap tinggal di perantauan.

Tak kehabisan akal, ia pun pulang dengan berjalan kaki pada Jumat (8/5/2020). Pria berusia 30 tahun ini mencoba untuk melakukan perjalanan dari Johor ke Kuala Terengganu yang berjarak sekitar 557 km dengan berjalan kaki.

Mohd Haszlee menghubungi kakak dan ibunya tentang rencananya itu. Keluarganya justru menentang tindakannya yang dirasa berbahaya.

www.merdeka.com
www.merdeka.com

“Sebelum berangkat pada jumat lalu, Mohd Haszlee menghubungi ibunya untuk mengabarkan bahwa ia akan pulang kampung dengan berjalan kaki. Alasannya karena ia merindukan anak perempuannya yang berusia 7 tahun,” kata Tim Eksekutif Penanganan Jenazah, Rafieudin Zainal Rasid.

“Tetapi ibunya melarang karena khawatir akan keselamatan putranya. Ibunya juga meminta Mohd Haszlee untuk bersabar sedikit lagi,” lanjutnya.

Namun Mohd Haszlee tetap bersikeras untuk pulang kampung. Ia juga melakukan update berkala untuk mengabarkan keadaannya selama melakukan perjalanan itu.

www.brilio.net
www.brilio.net

Pria ini menghubungi keluarganya terakhir kali pada keesokan harinya. Kehilangan jejak, kakaknya kemudian menghubungi pihak berwajib.

Sayang di tengah perjalanan, maut menjemputnya. Ia ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah jalan di Muadzam Shah, Pahang, pada 11 Mei. Pihak berwenang kemudian memeriksa jenazahnya dan melakukan pengetesan dan dinyatakan terinfeksi virus corona.

Kisah tragis ini dibagikan oleh akun Facebook Tim Eksekutif Penanganan Jenazah yang membantu mengurus jenazah Mohd Haszlee.

Karena ketiadaan biaya, biaya pengurusan jenazah Mohd Haszlee kemudian ditanggung oleh rumah sakit dan Tim Eksekutif Penanganan Jenazah. Berdasarkan aturan, pria ini juga dimakamkan dengan prosedur penguburan untuk jenazah pasien yang terinfeksi Covid-19.

www.brilio.net
www.brilio.net

Petugas perbatasan sempat bertemu dengan Mohd Haszlee. Mereka melarangnya untuk meneruskan perjalanan karena ia terlihat kelelahan dan pucat. Namun pria ini menolak dan terus melanjutkan perjalanannya.

Mohd Haszlee sendiri merantau ke Johor untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Ia kemudian bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu rumah sakit sebelum akhirnya mengundurkan diri pada Januari lalu. Namun ia kesulitan menemukan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 ini dan memutuskan untuk pulang.

Keluarga Haszlee mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh tim yang mengurus jenazah pria tersebut.

Ada baiknya kita ikuti aturan dari pemerintah demi keselamatan diri sendiri dan keluarga di kampung halaman dengan tidak mudik, ya! Apalagi dengan melakukan perjalanan yang membahayakan seperti berjalan kaki ratusan kilometer atau menyelinap di dalam truk demi pulang kampung.

Comment 0