Warganya sendiri sering melayangkan protes kepada dirinya yang dinilai tidak serius tanggulangi pandemi.

Beberapa negara yang memberlakukan lockdown untuk menanggulangi pandemi Covid-19 mengisyaratkan warganya untuk tidak berkerumun karena dapat memungkinkan adanya penularan virus.

Pertemuan-pertemuan pun banyak dilakukan lewat komunikasi virtual. Kalau pun memang terpaksa harus bertemu langsung, orang-orang dianjurkan untuk tetap menjaga jarak dan menggunakan masker.

Meski peraturan ini sudah diterapkan, tidak sedikit orang yang melanggarnya dan aparat hukum pun terpaksa harus mengambil tindakan. Bahkan, meski yang melanggarnya adalah pejabat negara, hukum tetap harus berjalan seperti yang terjadi di Peru.

onlinenigeria.com
onlinenigeria.com

Dilansir dari Dailymail.co.uk (21/05/20), seorang wali kota tertangkap basah telah melanggar lockdown bersama teman-temannya. Jamie Rolando Urbina Torres, yang menjabat sebagai wali kota Tantara, memang seringkali menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap pemberlakuan lockdown.

Baca Juga: Puluhan Napi Wanita Mendadak Hamil, Ternyata Pelakunya Satu Orang yang Sama

Meski kota Tantara sendiri sudah menerapkan lockdown sejak dua bulan yang lalu, wali kotanya sendiri malah melanggar aturan dengan mabuk-mabukan bersama temannya.

www.thesun.co.uk
www.thesun.co.uk

Tidak diketahui dengan pasti di mana tepatnya Torres berkumpul bersama teman-temannya. Namun, dapat diketahui bahwa saat polisi melakukan penggerebekan, Torres sempat pura-pura telah meninggal dunia.

Entah dari mana asal idenya itu, namun di tempat penggerebekan ada sebuah peti mati yang seolah-olah memperkuat dalih bahwa dirinya telah meninggal dunia. Walau begitu, polisi tetap tidak terkecoh dan membangunkan Torres yang ternyata masih hidup dan sedang dalam keadaan mabuk.

Baca Juga: Diduga Demi Konten, Wanita Ini Nekat Telanjang di Tempat Umum

news.detik.com
news.detik.com

Sejak diberlakukan lockdown, Torres memang sudah cukup sering menuai kemarahan warganya sendiri karena dinilai tidak serius dalam menanggulangi pandemi.

Baca Juga: Heboh Foto Bill Gates Ditangkap FBI karena Aksi Teror Biologis

Menurut kesaksian banyak orang, Torres hanya mengikuti aturan lockdown selama delapan hari pertama. Selanjutnya, dia tampak tidak menjalani tugasnya dengan sungguh-sungguh.

Dia juga dinilai gagal dalam mengondisikan pemeriksaan jalur antar kota sehingga orang-orang dari luar masih bisa masuk dengan leluasa ke Tantara.

Tindakan Torres pun semakin memicu kemarahan orang-orang karena selain dirinya memang sudah dinilai kurang bertanggung jawab untuk keselamatan warganya, dia juga bisa menjadi contoh yang buruk mengingat posisinya sebagai publik figur.

Padahal, Peru merupakan salah satu negara yang yang terkena dampak cukup parah dengan jumlah pasien positif yang sudah mencapai angka ratusan ribu.

Comment 0