PHOTO: Permudah Layanan Belanja Untuk Sambut Natal dan Tahun Baru
Corporate PR Managee Lippo Malls Indonesia, Nidia N Ichsan dan Sr. Branding Manager  Aji Wicaksono saat menggunakan aplikasi OVO untuk bertransaksi pembayaran digital di Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (8/12). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Orang yang diduga staf Know-Your-Costumer (KYC) Ovo dilaporkan menghubungi pelanggan melalui aplikasi pesan WhatsApp secara pribadi. Jaminan keamanan privasi pengguna pun dipertanyakan.

Seorang pengguna Twitter dengan akun @prayogoafang, membagikan screenshot percakapan WhatsApp antara orang diduga staf tersebut dan adiknya. Berdasarkan penjelasannya, sang adik hendak melakukan upgrade untuk akun Ovo. 

Untuk diketahui, memproses verifikasi data pengguna yang hendak beralih ke versi premium merupakan salah satu tugas dari staf KYC. Orang yang dilaporkan tersebut bahkan mengirimkan foto sang adik yang sedang memegang KTP.

Prayogo melalui akun Twitter miliknya, mengatakan pihak Ovo sudah menghubunginya terkait masalah ini. Ovo disebut sudah meminta maaf atas kejadian tersebut dan sedang melakukan investigasi.

"Barusan ditelpon dari pihak @ovo_id, sudah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan sedang diinvestigasi terkait WA tadi. Terima kasih atas tanggapannya dan ditunggu update dari investigasinya," tulis pemilik akun @prayogoafang.

Twit Keluhan

Ovo SmartCube. Dok: Ovo

Berikut twit dari akun @prayogoafang mengenai kejadian ini:

"Halo @ovo_id ini adek saya mau upgrade akun kemudian dapet chat seperti ini. Apakah memang prosedurnya seperti ini? Jika tidak, kenapa bisa ada chat ke nomer pribadi yang pada dasarnya privasi pengguna jasa ya?," tulisnya.

Halo @ovo_id ini adek saya mau upgrade akun kemudian dapet chat seperti ini. Apakah memang prosedurnya seperti ini? Jika tidak, kenapa bisa ada chat ke nomer pribadi yang pada dasarnya privasi pengguna jasa ya? pic.twitter.com/W3S8Gio7wD

— prayogo afang p (@prayogoafang) July 2, 2020

"Terbukti emang kalo ada masalah kayak gini mention akun medsos bakal lebih cepat dapet respon daripada laporan via dm. Fix nek ra digas sik ki ra digagas," sambungnya.

Terbukti emang kalo ada masalah kayak gini mention akun medsos bakal lebih cepat dapet respon daripada laporan via dm. Fix nek ra digas sik ki ra digagas

— prayogo afang p (@prayogoafang) July 2, 2020

Pihak Ovo Belum Merespons

Tim Tekno Liputan6.com sudah menghubungi pihak perwakilan Ovo melalui pesan singkat dan telepon. Namun sampai berita ini ditulis belum ada respons.

(Din/Why)

Comment 0