Dok. Jobplanet
Ilustrasi PHK

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 berdampak signifikan ke industri penerbangan, salah satunya adalah maskapai Lion Air Group.

Maskapai tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Jumat (3/7/2020). Sementara itu berita terpopuler lainnya adalah 12.000 pekerjaan di Inggris lenyap. Berikut daftar berita terpopuler selengkapnya:

1. Setelah Garuda Indonesia, Kini Giliran Lion Air PHK Karyawan

Pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan telak terhadap industri penerbangan di seluruh dunia. Bahkan, sudah banyak maskapai yang memutuskan untuk melakukan perampingan, sebagai bentuk efisiensi keuangan perusahaan.

Perampingan karyawan juga sudah dilakukan oleh maskapai nasional, yakni Garuda Indonesia, bahkan yang terbaru, yaitu Lion Air Group, yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, dan Batik Air.

Sebagaimana diketahui, pada awal bulan Juni lalu, Garuda Indonesia memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sebagian pilotnya per tanggal 1 Juni 2020.

PHK tak hanya dilakukan pada pilot yang berstatus junior atau pilot baru, namun juga menyasar para pilot senior maskapai tersebut. Kabarnya, total lebih dari 150 pilot yang terkena PHK. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Dalam 2 Hari, 12.000 Pekerjaan Lenyap di Inggris

Lebih dari 12.000 pegawai di Inggris kehilangan pekerjaannya dalam dua hari. Ini sejalan dengan gelombang perusahaan yang mengumumkan pemangkasan pegawai.

Dilansir dari BBC, Jumat (3/7/2020), pemangkasan jumlah pegawai ini paling banyak terjadi di sektor ritel dan penerbangan. Kedua sektor ini paling parah terdampak kebijakan lockdown akibat pandemi virus corona.

Beberapa perusahaan di Inggris telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja alias PHK karyawan. Sebagai contoh, induk usaha Topshop Arcadia dan Harrods menyatakan berencana memangkas total 1.180 pegawai.

Selain itu, perusahaan konsultan management Accenture memangkas 900 pegawai. Adapun raksasa pabrikan pesawat Airbus melakukan PHK terhadap 1.700 orang pegawai. Selengkapnya silakan baca di sini.

3. Erick Thohir Mau Gabungkan Bank Syariah BUMN pada Awal 2021

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, akan menggabungkan beberapa bank syariah pelat merah. Dia menargetkan hal tersebut bisa terwujud di awal 2021.

“Kita coba sedang kaji bank-bank syariah kita ini nanti kita coba mergerin. Insyaallah Februari tahun depan jadi satu, bank syariah Mandiri, BNI,” ujar Erick dalam diskusi virtual, Kamis (2/7/2020) malam.

Mantan bos Inter Milan itu menjelaskan, penggabungan bank-bank syariah itu dilakukan agar memberi banyak pilihan bagi masyarakat dalam mencari pendanaan. Selengkapnya silakan baca di sini.

4. Lakukan Persaingan Tidak Sehat, Grab Didenda Rp 29,5 Miliar oleh KPPU

Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) memutuskan PT Solusi Transportasi Indonesia ( Grab Indonesia) dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) bersalah terkait praktik diskriminasi mitra pengemudi.

Keduanya dijatuhi sanksi atas pelanggaran Pasal 14 dan Pasal 19 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Grab sebagai terlapor 1 diputuskan dikenakan hukuman denda sebesar Rp 29,5 miliar. Sementara itu, TPI sebagai terlapor 2 dikenakan denda sebesar Rp 19 miliar. Selengkapnya silakan baca di sini.

5. Erick Thohir Beberkan Alasan Direksi BUMN Kerap Terbelit Kasus Korupsi

Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir mengungkapkan beberapa faktor yang membuat direksi-direksi perusahaan pelat merah terjerat kasus korupsi. Berdasarkan catatan dia, dalam beberapa tahun terakhir ada 53 kasus korupsi yang melibatkan BUMN.

“Terjadi banyak sekali kasus korupsi, beberapa tahun ini saja sudah terjadi 53 kasus korupsi di BUMN,” ujar Erick dalam diskusi virtual pada Kamis (2/7/2020) malam.

Erick menjelaskan, hal tersebut bisa terjadi karena tak ada pemetaan yang jelas soal tugas dari masing-masing BUMN. Sehingga, para direksinya mencampurkan urusan bisnis korporasi dan tugas BUMN untuk melayani publik. Selengkapnya, silakan klik di sini.

Editor: Bambang P. Jatmiko

Comment 0