Jose Angel Gurria, Sekretaris Jenderal Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), dalam diskusi panel di WEF, di Davos (22/1/2020)/ Bloomberg - Jason Alden
Kendati sejumlah indikator utama perekonomian global mulai menunjukkan peningkatan pada Juni 2020, fase pemulihan tersebut masih sangat rapuh mengingat ketidakpastian masih berpotensi berlanjut.

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah indikator utama atau composite leading indikator (CLI) perekonomian global mulai menunjukkan peningkatan pada Juni 2020. Kendati demikian, fase pemulihan tersebut masih sangat rapuh karena ketidakpastian diproyeksikan terus berlanjut.

Dalam publikasi terbarunya, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyebutkan bahwa peningkatan tersebut terjadi di hampir sebagian besar negara ekonomi utama dunia.

Hal ini merupakan imbas dari pelonggaran kebijakan terkait pembatasan kegiatan sebagai antisipasi penyebaran pandemi akibat virus corona atau Covid - 19.

"Tetapi mereka tetap di bawah level yang dicatat sebelum wabah Covid-19 dan jauh di bawah tren jangka panjang," demikian ditulis dalam publikasi OECD yang dikutip Bisnis, Senin (13/7/2020).

OECD juga memaparkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di negara berkembang. China telah kembali ke level sebelum krisis, meski secara jangka panjang juga masih sangat lemah.

Namun India, punya catatan khusus. OECD menyebut CLI negeri anak benua masih dekat dengan krisis. Walaupun OECD juga menekankan bahwa CLI harus ditafsirkan dengan hati-hati. Indikator ini harus dilihat sebagai ketidakpastian yang cukup besar akibat dampak lockdown dan transisi saat ini.

"Seperti biasa, besarnya penurunan CLI tidak boleh dianggap sebagai ukuran tingkat kontraksi dalam kegiatan ekonomi, tetapi lebih sebagai indikasi kekuatan sinyal," tukas OECD.

Comment 0