liveopia.review

Keputihan yang tipis, bening, atau putih adalah hal normal yang sering dialami oleh perempuan, biasa dikenal juga dengan leukorrhea.

Saat sedang hamil, perubahan hormon menyebabkan Mama mengalami keputihan lebih banyak dari sebelumnya. Biasanya, perubahan warna pada keputihan adalah hal yang normal. Meski begitu, perubahan warna biasanya menandakan ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuh.

Apabila perubahan warna pada keputihan terjadi saat Mama hamil, mungkin ini akan membuat Mama menjadi khawatir. Terutama bila warnanya cenderung kecoklatan.

Lalu apakah normal bila keputihan berwarna cokelat saat hamil? Yuk, simak jawabannya pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Semoga Mama nggak bingung lagi, ya.

Mengapa Keputihan Berwarna Cokelat saat Hamil?

wikihow.com

Keputihan yang berwarna kecokelatan biasanya disertai dengan sedikit darah. Ini biasanya terjadi karena sebagian darah di rahim membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar. Semakin lama, maka warnanya menjadi cokelat.

Berita baiknya adalah keputihan selama kehamilan biasanya normal dan bukan pertanda bahwa ada masalah pada Mama dan janin. Dalam kebanyakan kasus, ini sama sekali tidak berbahaya.

Apa Penyebab Keputihan saat Hamil?

Freepik

Penyebab paling umum untuk keluarnya bercak atau cairan kecokelatan adalah iritasi. Lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh selama kehamilan membuat serviks menjadi lebih sensitif. Hubungan seks selama kehamilan atau pemeriksaan panggul juga dapat memperburuknya. Semua ini akan menghasilkan sedikit bercak berwarna cokelat atau bercak terang.

Jika Mama mendekati akhir kehamilan, bercak cokelat juga bisa menjadi tanda bahwa persalinan sudah dekat. Beberapa minggu hingga beberapa hari sebelum Mama melahirkan, Mama akan kehilangan sumbat lendir. Ini adalah gumpalan lendir yang menutup pembukaan serviks selama kehamilan.

Dan pada hari-hari sebelum persalinan, Mama mungkin akan mengeluarkan darah berwarna merah muda atau cokelat dengan darah. Jika Mama merasa khawatir ada komplikasi atau masalah yang serius, segera hubungi dokter.

Komplikasi yang Berhubungan dengan Keputihan selama Kehamilan

Freepik

Dalam kasus yang sangat jarang, bercak cokelat dapat menjadi tanda masalah yang lebih serius. Masalah tersebut antara lain gejala akan terjadinya keguguran, kehamilan ektopik, masalah dengan plasenta, atau tanda infeksi serviks atau rahim.

Jika sewaktu-waktu cairan tersebut berubah menjadi bercak atau perdarahan berwarna merah terang, mengalami kram perut, kontraksi rahim yang cepat atau nyeri punggung, segera hubungi dokter.

Apa yang Dapat Mama Lakukan apabila Mengalami Bercak Kecokelatan?

freepik.com/biancoblue

Jika bercak muncul setelah Mama melakukan hubungan seks, gunakan panty liners selama satu atau dua hari. Namun jika ini berlangsung lebih lama atau vagina terasa gatal, ada bau menyengat, dan disertai kram, segera hubungi dokter. Karena ini bisa menjadi tanda infeksi atau kondisi lain yang lebih serius.

Para ahli merekomendasikan ibu hamil untuk menghubungi dokter setiap kali mereka mengalami perdarahan atau bercak.

Meskipun kemungkinan besar itu bukan pertanda bahwa ada sesuatu yang salah, selalu lebih baik untuk berhati-hati dan membiarkan dokter atau bidan menentukan langkah selanjutnya.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan USG dan panggul untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Jika ditemukan masalah, maka dokter dapat segera melakukan tindakan yang terbaik bagi Mama dan janin.

Keputihan atau bercak kecokelatan biasanya normal, namun jika disertai gejala di atas atau Mama merasa ada suatu masalah, jangan ragu untu berkonsultasi dengan dokter. Lebih baik mengobati daripada mencegah, Ma.

Nah, itulah penjelasan mengenai keputihan berwarna cokelat saat hamil tua. Semoga informasi ini bermanfaat.

  • Berbahayakah Keputihan saat Hamil Muda? Ini Penjelasannya!
  • Mulai dari Alami Hingga Medis: 7 Jenis Obat Keputihan untuk Ibu Hamil
  • Mengalami Keputihan Berwarna Hijau? Begini Cara Mengatasinya

Comment 0