Netizen Dilarang Langsung Beli Produk Murah di Medsos, Ini Alasannya
Masyarakat diminta memastikan toko penjual di media sosial sebagai akun yang terpercaya ketika bertransaksi dengan penjual online di medsos. Foto/Ist

Bagi para pengguna media sosial, hendaknya berhati-hati sebelum memutuskan untuk membeli barang secara online. Sebab berbelanja lewat media sosial seperti Instagram, sangat berbeda jika dibandingkan konsumen berbelanja di e-commerce, di mana pemilik lapak telah terverifikasi oleh pengelola e-commerce.(Baca juga: UMKM Belum Melek Digital Masih Jadi Kendala)

Pastikan toko penjual merupakan akun yang terpercaya. Jika ada diskon atau potongan harga, sebaiknya cek dulu ke merek yang bersangkutan mengenai kebenaran program diskon tersebut.

Selain itu, dari sisi harga, bisa dibandingkan sengan harga normal dengan harga yang ditawarkan penjual lewat media sosial. Jangan sampai tergoda harga murah, tapi ternyata tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Salah satu akun di Instagram yang menjual harga miring adalah @galaxy_jaya12. Akun ini menjual ponsel berbagai merek dengan harga jauh di bawah harga aslinya.

Dalam keterangannya, akun ini jelas menyebut pusat penjualan handphone BM (black market). Perlu diingat jika saat ini sudah ada aturan mengenai ponsel BM melalui blokir IMEI.

Mengikuti tren, di Instagram muncul juga toko-toko sepeda yang menjual dengan harga jauh di bawah harga asli. Misalnya saja akun @pusat_sepeda_brompton yang menjual sepeda merek brompton dengan kisaran Rp1,5 jutaan. Padahal menurut situs iprice, harga sepeda Brompton mulai dari Rp25 jutaan.

Harga murah tersebut, menurut penjual, karena tidak ada stempel pajak pada sepeda. Mereka juga tidak melayani pembayaran di tempat atau COD (cash on delivery).

SINDOnews mencoba mengonfirmasi kepada pihak yang penjual, tapi hingga berita ini diturunkan belum juga direspons.

Masih banyak akun-akun lain di Instagram yang menjual barang dengan harga tidak sesuai aslinya. Jadi, ada baiknya untuk menjadi konsumen yang cerdas sebelum membeli suatu barang.

Comment 0