Ilustrasi tas gunung. Foto: Pixabay

Seorang pendaki bernama Afrizal Putra Martian (16), warga Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Sabtu (4/7) dilaporkan hilang di sekitar pos 3, Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Afrizal akhirnya ditemukan Entis Sutisna (61) warga sekitar yang sehari-harinya menjaga tempat parkir motor pendaki yang ikut melakukan pencarian dengan menggunakan jalur berbeda dari tim SAR gabungan lainnya pada Minggu (5/7).

Dia tidak menjelaskan lewat jalur mana saat mencari Afrizal.

Entis bercerita saat itu ia mencari Afrizal bersama dua orang volunteer Gunung Cikuray.

Pada Minggu (5/7) Sekitar pukul 09.00 WIB, setelah ia bertawasul, berdoa meminta pertolongan kepada Allah, Afrizal pun akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

"Saya sudah keliling tak ketemu, akhirnya saya tawasul bersama teman-teman untuk meminta kepada Allah agar dilihatkan orang hilang itu. Setelah tawasul, saya panggil lagi namanya, ada yang teriak 'di sini.. di sini..'," ujarnya, Senin (6/7).

Entis mengatakan Afrizal ditemukan dalam kondisi tanpa baju, hanya menggunakan kolor saja di bawah batu besar di dekat mata air Cikole, cukup jauh dari tempat ia berkemah.

Sejumlah bagian tubuhnya pun mengalami luka.

Saat Entis bertanya kenapa bisa ada di bawah batu, Afrizal mengaku tidak mengetahuinya. “Dia ingatnya sedang tidur saja di dalam tenda. Tidak tahu kenapa bisa ada di bawah batu besar itu. Saat sadar katanya sudah ada disana saja,” kata Afrizal kepada Entis.

Afrizal juga mengaku kepada Entis sempat melihat orang yang lewat di sekitar batu besar tersebut.

Namun orang tersebut seperti tidak melihatnya, ia pun tidak bisa memanggilnya. Mulutnya seperti tertahan sehingga tidak bisa berbicara.

Atas kejadian tersebut, Entis menduga Afrizal melanggar salah satu larangan yang seharusnya tidak dilakukan di Gunung Guntur.

Entis menyebut ada lima larangan kepada warga yang melakukan pendakian disana.

Hilangnya Afrizal, menurut Entis tidak lepas dari hal mistis. Menurut keyakinannya, Afrizal disembunyikan jin.

Lima larangan itu adalah: jangan bertanya arah jalan saat tersesat, jangan berisik, jangan bermain seruling, jangan bersiul dan jangan memukul gong atau benda yang dapat menimbulkan bunyi gaduh.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Comment 0