Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas industri pasar modal Indonesia masih cukup terjaga meski investor investor melakukan aksi jual saham selama sepekan terakhir.

"Indikator-indikator di pasar modal masih baik, sehingga pasar saham bisa konsolidasi, relatif stabil," ujar Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/9).

Menurut Hoesen, kinerja pasar modal yang terjaga salah satunya bisa dilihat dari pertumbuhan kinerja emiten. Selain itu, OJK meyakini ekonomi nasional tumbuh di atas lima persen pada 2019 ini.

"Kami masih percaya ekonomi lima persen dan emiten masih produktif, dua keyakinan itu pasar akan tetap tumbuh," ucapnya.

Dalam rangka menjaga stabilitas pasar modal, OJK berupaya untuk meningkatkan jumlah investor domestik sehingga mampu mengimbangi investor asing jika melakukan aksi jual.

"Kami terus upayakan untuk tingkatkan partisipasi investor domestik, karena investor domestik jadi tumpuan di masa mendatang," tuturnya.

Selain itu, ia mengingatkan investasi di pasar modal tidak lagi eksklusif namun sudah inklusif sehingga dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat.

Karenanya, ia optimistis jumlah kepemilikan aset investor domestik di pasar modal akan terus meningkat nilainya seiring dengan bonus demografi, di mana penduduk produktif akan menopang pertumbuhan ekonomi.

"Saya percaya pertumbuhan pendapatan masyarakat terus naik," pungkasnya.

Comment 0