Melihat Alis Djoko Tjandra Sebelum dan Sesudah Ditangkap. Foto: M Risyal Hidayat & Maha Eka Swasta/ANTARA FOTO

Keraguan masyarakat terhadap penangkapan Djoko Tjandra oleh Bareskrim Polri beredar di media sosial.

Hal yang paling disorot netizen lantaran orang yang disebut-sebut sebagai Djoko Tjandra, dalam setiap konferensi pers ditampilkan selalu menggunakan masker.

Bahkan, warganet juga menyoroti perbedaan alis Djoko Tjandra sebelum dan sesudah ditangkap. Sebelum ditangkap, Djoko Tjandra diketahui memiliki alis yang tipis. Namun, setelah ditangkap, alis Djoko Tjandra tebal.

Sejak kapan Djoko Tjandra punya alis tebal..?? ๐Ÿค” #CumaNanya pic.twitter.com/Qk7GdHbmZz

โ€” Miss Anonymous (@Zahra_02_) July 31, 2020

Menanggapi hal itu, polisi memastikan Djoko Tjandra memang benar-benar ditangkap. Mereka menjawab keraguan masyarakat yang beredar di sosial media, bahwa seseorang yang dibawa dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat malam tidak mirip dengan Djoko Tjandra.

Hasil pencocokan wajah Djoko Tjandra oleh Inafis Polri. Foto: Dok. Istimewa

"Hasil pencocokan wajah oleh inafis dan hasil memang benar Djoko Tjandra," kata Kadivhumas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (1/8).

Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah) dibawa petugas Kepolisian. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Argo mengatakan saat ini, Djoko Tjandra menjadi terpidana dan ditempatkan di rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

"Saat ini, Djoko Tjandra ditempatkan sebagai narapidana di rutan Salemba cabang di Bareskrim Polri," kata Argo.

Terdakwa kasus Bank Bali sekaligus Dirut PT Era Giat Prima, Djoko S Tjandra mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/2/2000) Foto: Maha Eka Swasta/Antara Foto

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam akun Instagramnya juga menunjukkan paspor Djoko Tjandra. Dalam paspor itu, terlihat alis Djoko Tjandra yang tebal.

Lihat postingan ini di Instagram

Saya mengapresiasi Polri atas penangkapan Joko Tjandra. Penangkapan Joko setelah buron 11 tahun menjadi penegasan bahwa negara tak bisa dipermainkan oleh siapa pun. Penangkapan ini juga mengakhiri rumor atau teka-teki tentang keberadaan Djoko Tjandra. Hal ini juga menjadi pernyataan sikap yang tegas bahwa negara pada akhirnya tidak bisa dipermainkan oleh siapa pun yang mencoba-coba bersiasat mengangkangi hukum di negara ini. Sebagai supporting system dalam penegakan hukum, jajaran Kementrian Hukum dan HAM lewat Ditjen Imigrasi mengeluarkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi Joko Tjandra agar bisa dibawa dari Malaysia ke Indonesia. SPLP dikeluarkan sekaligus dicabut Kamis tanggal 30 Juli kemarin. #YasonnaHLaoly #KumhamPasti

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yasonna H. Laoly (@yasonna.laoly) pada 30 Jul 2020 jam 10:23 PDT

Comment 0