Photo by Unsplash/denisolvr
Photo by Unsplash/denisolvr

Nama Maria Pauline Lumowa tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Kata kunci mengenai namanya itu menjadi paling banyak dicari dalam penelusuran Google, total penelusuran mengenai nama perempuan tersebut mencapai 10.000 pencarian.

Siapa sebenarnya Maria Pauline Lumowa?

Trending ini dipicu oleh penangkapan tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa. Sudah jadi  buronan selama 17 tahun, ia baru saja ditangkap dan diekstradisi dari Serbia.

Proses ekstradisi ini dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Maria dijadwalkan tiba di Indonesia pada hari ini. Yasonna mengatakan, Maria ditangkap pada 2019 lalu oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla (16/7/2019).

Menurut Yasonna, ekstradisi ini menunjukkan komitmen kehadiran negara dalam upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang terjerat tindak pidana di Indonesia.

“Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia,” ujar Yasonna. Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI

Maria Pauline Lumowa adalah salah satu tersangka pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1.7 triliun melalui Letter of Credit (L/C) fiktif. Kasus Maria berawal pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Saat itu Bank BNI mengeluarkan pinjaman 136 juta dollar AS serta 56 juta Euro atau senilai Rp1.7 triliun dengan kurs kala itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa serta Adrian Waworuntu.

Kemudian pada 2003, Bank BNI curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group dan memulai penyelidikan. Mereka mendapati bahwa perusahaan itu tidak pernah melangsungkan ekspor.

Comment 0