Bomber Real Madrid, Karim Benzema, bersama bek senior Barcelona, Gerard Pique usai duel El Clasico. (c) AP Photo
La Liga 2019/2020 segera usai. Pekan ini, beberapa klub telah memainkan laga ke-35. Artinya, hanya tiga laga yang tersisa. Persaingan meraih gelar pun makin panas.

Bola.net - La Liga 2019/2020 segera usai. Pekan ini, beberapa klub telah memainkan laga ke-35. Artinya, hanya tiga laga yang tersisa. Persaingan meraih gelar pun makin panas.

Banyak sekali drama dan ketegangan yang terjadi sejak sepak bola kembali bergulir pada 11 Juni, dan masih banyak keseruan yang dapat terjadi hingga 19 Juli, hari dimana sepak bola Spanyol musim ini akan berakhir.

Bukan hanya soal juara La Liga yang diperebutkan Real Madrid dan Barcelona. Masih banyak yang dapat diperebutkan, mulai dari gelar juara, persaingan lolos ke kompetisi Eropa, persaingan degradasi, dan juga penghargaan individu.

Lantas seperti apa persaingan menuju gelar di musim 2019/2020?Simak di bawah ini ya Bolaneters.

Halaman 1 dari 5

Persaingan Gelar Juara

Mendekati akhir musim, Real Madrid unggul dari FC Barcelona. Barcelona sempat memimpin klasemen setelah sepak bola kembali bergulir, tapi Los Blancos mencatatkan tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan, dan Sergio Ramos disorot berkat catatan lima golnya.

Pada waktu bersamaan, FC Barcelona gagal menang melawan tim-tim tangguh, seperti Sevilla FC, RC Celta Vigo, dan Atletico Madrid.

Jika gelar juara harus ditentukan di pertandingan terakhir, tentu saja itu akan sangat menegangkan bagi pendukung Real Madrid dan Barcelona.

Meskipun diatas kertas pertandingan tandang Barcelona ke Alavés dan Real Madrid ke Leganés dapat dimenangkan, dua lawan tersebut mungkin memberikan perlawanan sengit, mengingat mereka juga sedang berjuang menghindari degradasi.

Halaman 2 dari 5

Kualifikasi Kompetisi Eropa

Real Madrid, FC Barcelona, dan Atlético de Madrid kemungkinan besar akan mengisi posisi tiga besar di klasemen LaLiga Santander, akan tetapi peringkat empat masih dapat diperebutkan.

Menyelesaikan musim di peringkat empat otomatis lolos ke Liga Champions, dan ada beberapa tim yang memperebutkan posisi tersebut. Saat ini, Sevilla FC menempati peringkat empat, tapi performa mereka belum stabil sejak sepak bola kembali bergulir, dengan Villarreal CF, Getafe CF, dan Real Sociedad siap menggusur Sevilla FC.

Kelolosan ke Liga Europa juga diperebutkan, dengan peringkat lima, enam, dan tujuh menjamin kelolosan ke kompetisi itu. Villarreal CF, Getafe CF, dan Real Sociedad saat ini menempati peringkat tersebut, tapi Athletic Club masih dapat mengejar, dan bahkan duel tim Basque untuk peringkat tujuh masih dapat terjadi.

La Real dan Athletic juga masih akan bertemu di final Copa del Rey. Jangan lupakan peluang Granada CF dan Valencia CF untuk lolos ke Liga Europa.

Halaman 3 dari 5

Persaingan Menghindari Degradasi

Pada pekan ke-34, dua tim terbawah, RCD Espanyol dan CD Leganés, saling berhadapan. Meskipun hasil pertandingan itu tak menentukan, tetapi pertandingan itu adalah duel antar kedua tim untuk menjaga peluang mereka bertahan di LaLiga Santander, dan CD Leganés berhasil meraih tiga poin.

Perjuangan CD Leganés masih berat, dan membutuhkan keajaiban untuk bertahan di LaLiga Santander, mengingat mereka masih harus berhadapan dengan Real Madrid di pertandingan terakhir. RCD Mallorca di peringkat 18 lebih dekat ke zona aman.

Halaman 4 dari 5

Penghargaan El Pichichi dan Zarra

Setiap musim, top skorer LaLiga diberikan penghargaan Pichichi, dan Lionel Messi diprediksi akan kembali memenanginya lagi musim ini, sekaligus musim keempatnya secara beruntun dan ketujuh kalinya secara keseluruhan.

Sementara itu, Penghargaan Zarra, yang diberikan kepada pemain asli Spanyol dengan catatan gol tertinggi, cukup menantang.

Persaingan untuk penghargaan ini cukup ketat, dimana Gerard Moreno (Villarreal CF), Iago Aspas (RC Celta), Raúl García (Athletic Club), Roger Martí (Levante), Jaime Mata (Getafe), Lucas Pérez (Alavés), dan Álvaro Morata (Atlético de Madrid) masih dapat memenanginya.

Halaman 5 dari 5

Penghargaan Zamora

Penghargaan Zamora diberikan ke kiper yang paling sedikit kebobolan setiap musimnya, selama kiper tersebut bermain setidaknya dalam 28 pertandingan.

Thibaut Courtois saat ini memimpin klasemen penghargaan ini, tapi Jan Oblak juga masih memiliki peluang, mengingat ia berhasil memenanginya dalam empat musim terakhir.

Sumber: La Liga

Comment 0