KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (kiri) mengendarai sepeda motor saat berbincang dengan aparatnya dalam perjalanan pengecekan ke sejumlah wilayah di Jalan Ahmad Yani, Minggu (3/5/2020), jelang penerapan PSBB Jabar yang dimulai 6 Mei 2020.

SUKABUMI, KOMPAS.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka harus mengikuti prosedur tetap protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru.

Rencana pelaksanaan sekolah tatap muka tersebut menyusul Kota Sukabumi menjadi daerah pertama yang masuk zona hijau dalam level kewaspadaan Covid-19 di Jabar.

''Pemerintah tidak boleh memaksa sekolah untuk buka. Tetapi bisa memaksa sekolah untuk tutup bila tidak menggunakan prosedur tetap protokol kesehatan,'' kata Fahmi kepada wartawan di Balai Kota Sukabumi, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Masuk Zona Hijau, Kota Sukabumi Siap Mulai Aktivitas di Sekolah

Menurut Fahmi rencana sekolah tatap muka dilaksanakan pada era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal ini merupakan hasil arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

''Pak Gubernur meminta yang diprioritaskan di Kota Sukabumi yaitu pendidikan dan harus dibuat desain terkait pelaksanaan KBM dengan satu pedoman,'' ujar mantan wakil wali Kota Sukabumi periode sebelumnya.

''Itu yang diminta (Gubernur Jabar) pendidikan diprioritaskan terlebih dahulu. Karena akan dijadikan pilot poject untuk se Jabar di 26 kota dan kabupaten lain karena belum boleh tatap muka,'' sambung Fahmi.

Baca juga: Kota Sukabumi Zona Hijau, Aktivitas Sekolah Dimulai secara Bergantian

Bukan berarti sekolah dibuka

Sekolah tatap muka ini, lanjut dia, artinya bukan seluruh sekolah dibuka. Tetapi diperuntukkan bagi sekolah yang sudah siap menyelenggarakan KBM dengan standar protokol kesehatan. 

Prosedurnya yaitu pihak sekolah melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K). Lalu Dinas P dan K memberikan rekomendasi ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi.

''Gugus tugas sudah membentuk tim, nantinya tim ini yang melaksanakan verifikasi ke sekolah sesuai indikator. Mengecek mulai dari ketersediaan wastafel portabel, MCK bersih hingg face shield,'' jelas Fahmi.

''Amanat gubernur 50 persen proses KBM secara bergantian, dan warga pelajar dari luar Kota Sukabumi tidak boleh dulu tatap muka, mereka pembelajaran dari rumah saja dulu,'' ujar dia.

 

Diperuntukkan bagi SMP dan SMA

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu mengatakan untuk tahap pertama sekolah tatap muka ini diperuntukkan bagi tingkat SMP dan SMA. Namun akan dievaluasi tiga kali masa inkubasi 14 hari .

''Setelah 3 x 14 masa inkubasi, baru SD bisa dibuka tatap muka. Untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) terakhir, maskimal Januari 2021 atau Desemberr 2020,'' kata Nicke.

''Tentu semuanya akan ada evaluasi, karena kami melihat dulu kemungkinan apakah ini tetap zona hijau dan tidak ada Covid-19,'' sambung dia.

Diberitakan sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Kota Sukabumi menjadi daerah pertama yang masuk zona hijau dalam level kewaspadaan Covid-19 di Jabar.

Ridwan mengatakan, Kota Sukabumi berhasil memproses semua indikator penyebaran Covid-19 menjadi lebih terkendali.

Hal itu mulai dari angka laju orang dalam pemantauan (ODP), laju pasien dalam pengawasan (PDP), pasien positif, laju kematian dan laju kesembuhan.

Penulis: Kontributor Sukabumi, Budiyanto Editor: Aprillia Ika

Comment 0