Ketika Isep dan Ega menikah. (Foto: Instagram @eganurlaelasari)

Curahan hati seorang istri sekaligus pemilik akun TikTok @eganurla31 membuat warganet terharu. Pasalnya, lewat video berdurasi 20 detik tersebut, ia menceritakan suaminya yang hilang di laut, tak lama setelah keduanya menikah pada 2019 lalu.

Dibagikan pada 6 Juni 2020, dalam unggahannya Ega Nurlaela Sari bercerita mengenai suaminya, Isep Mustopa Almarogi, seorang pelaut dari Kapal MV Nur Allya yang hilang sejak 23 Agustus 2019 di perairan Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Kedua pasangan tersebut diketahui baru menikah pada 20 Januari 2019 lalu. Tak lama setelah menikah, selama masa cuti Isep, pasutri baru tersebut mendapat kabar gembira dengan kehamilan Ega.

“Suamiku sangat gembira dapat kabar saya hamil,” tulis Ega dalam unggahannya.

Ketika Isep dan Ega menikah. (Foto: Instagram @eganurlaelasari)

Berakhirnya masa cuti membuat pria berusia 28 tahun itu harus kembali berlayar. Keduanya pun LDR, hanya bisa berhubungan lewat telepon. Isep sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Ega menjalankan masa-masa sebagai ibu hamil di rumah.

Namun, kala kandungan Ega berumur tujuh bulan, tiba-tiba ia mendapat kabar dari perusahaan Isep, bahwa kapal beserta awak mereka menghilang. “Hancur, rapuh, terpukul,” ungkap Ega ketika mendengar kabar tersebut.

Satu bulan berlalu, Ega kemudian melahirkan buah hatinya bersama Isep. Meski begitu, belum ada kabar lagi dari sang suami. Anak mereka, Muhammad Fikri Almarogi Mubarok, yang kini sudah berusia 9 bulan pun belum melihat sosok ayahnya.

Video tersebut kini telah viral di berbagai media sosial, termasuk di TikTok dan sudah ditonton hingga lebih dari 3,2 juta kali. Beragam respons dari warganet. Banyak warganet yang ikut bersedih dan memberi semangat kepada Ega.

Dalam sebuah kesempatan, tim Berita Viral sempat mengobrol langsung dengan Ega Nurlaela Sari melalui sambungan telepon, Selasa (7/7).

Terkait suami, Isep Mustopa Almarogi, Ega mendeskripsikannya sebagai sosok yang baik, pekerja keras, dan punya tanggung jawab yang tinggi. Ia juga dikenal begitu menyayangi keluarganya, kerap mengaku rindu istri dan bayi dalam kandungan.

“Suami aku luar biasa sekali, baik banget. Anaknya yang di idam-idamkan banget. Kalau lagi ngeluh, pasti bilang harus semangat buat baby dan istri, makanya terngiang banget. Kalau dia ada sinyal, pasti cepet kasih kabar walaupun tengah malam sekalipun, pasti bilang kangen,” ujar Ega saat dihubungi via telepon.

Foto prewedding Isep dan Ega. (Foto: @eganurlaelasari/Instagram)

Kecintaan Isep kepada Ega langsung ditunjukkan secara serius. Tanpa berpacaran, pada Mei 2018 lalu, Isep mengkhitbah perempuan yang kini berusia 24 tahun itu. Setelah sempat berlayar, Isep yang pulang Desember pun menikahi Ega pada Januari 2019.

“Satu bulan di rumah, ternyata Alhamdulillah, langsung dikasih momongan, langsung isi,” terang Ega.

Menikmati masa-masa cuti, Isep pun kembali berlayar pada Februari, kemudian pulang sebentar saat bulan Idul Fitri, selama dua hari, sebelum akhirnya berangkat kembali untuk berlayar di laut.

Tak ada firasat apapun dari Ega ketika suaminya berlayar di Ternate. Pasalnya, meski merupakan yang pertama kali, Isep diketahui sudah sering berlayar ke Papua.

Ketika Isep dan Ega selesai foto prewedding. (Foto: Instagram @eganurlaelasari)

“Dia bilang jaga kesehatan, tungguin bentar lagi juga pulang, katanya minta cuti, layar ini terakhir kok, aku mau minta cuti, karena aku waktu ditinggal sudah delapan bulan kandungannya,” cerita Ega.

Tepat pada 23 Agustus 2019, Ega kemudian mendapat kabar dari perusahaan sang suami bahwa kapal beserta ABK-nya menghilang. Kala itu, Ega yang sedang bekerja langsung merasa syok dan bersedih.

“Waktu dapet kabar kan masih hamil ya, pas aku lagi kerja dikasih tahu, dari perusahaan kontak hilang katanya pas Agustus tanggal 23 tuh. Dari situ, ya Allah. Sekarang anaknya sudah sembilan bulan, suami aku sudah mau setahunan hilangnya,” ujar Ega.

Sebulan dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, hingga pencarian dihentikan, kapal yang diduga tenggelam tersebut tetap tak ditemukan. Hingga kini, Ega mengaku belum mendapat perkembangan mengenai kapal tersebut.

Isep ketika berada di kapal. (Foto: @eganurlaelasari/Instagram)

Meski begitu, Ega dan keluarga masih berusaha meminta bantuan ke berbagai pihak. Dikabarkan olehnya, 11 Juli 2020 nanti, pencarian kapal tersebut akan kembali dilanjutkan. Nantinya, Remotely Operated Vehicle (ROV) akan digerakkan dalam pencarian tersebut.

“Nanti tanggal 11 Juli mau pencarian lagi. Katanya mau diturunin robot yang buat ke dalam air, soalnya kan kedalaman lautan itu hampir 800 meter. Sekarang katanya mau pencarian lagi sih Juli ini,” sebut Ega.

Kini, Ega dan keluarga korban yang lain masih terus meminta bantuan kepada pihak Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Ia pun berharap kasus ini tidak tenggelam dan bisa cepat selesai.

“Minta bantuannya untuk terus dikawal. Istri-istri pelaut kayak gitu ternyata banyak, bukan saya saja. Ada yang sudah dua tahun, tiga tahun, tapi beritanya sudah kelelep saja. Sebulan pencarian sudah aja,” ungkap Ega sebelum menutup pembicaraan. (bob)

Comment 0