Kim Jong Un Puji Diri Sendiri, Berhasil Bebaskan Korut dari Covid-19

JawaPos.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memuji dirinya sendiri atas keberhasilannya mencegah penularan Covid-19 di negaranya. Menurut kantor berita negara KCNA, Kim Jong Un mengklaim tak ada satupun kasus positif virus Korona di negara itu.

“Bisa mencegah penyebaran virus ganas dan mempertahankan situasi stabil,” kata Kim seperti dilansir dari BBC, Jumat (3/7).

Korea Utara menutup perbatasannya dan mengisolasi ribuan orang enam bulan lalu ketika virus itu menyebar ke seluruh dunia. Dia mengklaim bahwa tidak ada satupun kasus Covid-19, meskipun analis mengatakan itu hal yang mustahil.

“Kami menganalisis secara rinci pekerjaan anti-epidemi darurat nasional selama enam bulan. Keberhasilan dicapai oleh kepemimpinan Komite Sentral Partai,” ungkapnya.

Tetapi Kim tetap menekankan pentingnya mempertahankan kewaspadaan maksimum tanpa adanya relaksasi di front anti-epidemi. Sebab virus tersebut masih menyebar.

Lalu apakah benar virus Korona tidak menyebar ke seluruh Korea Utara? Tidak ada yang tahu. Negara ini telah ditutup sejak 30 Januari. Sangat sedikit orang yang berhasil masuk atau keluar.

Federasi Internasional Palang Merah memiliki sukarelawan di daerah perbatasan yang sedang mengerjakan langkah-langkah pencegahan virus. Dan ada sejumlah laporan kasus yang belum dikonfirmasi di negara tersebut.

Apa pun realitas situasinya, Pyongyang ingin tampil percaya diri bahwa telah menghalau Covid-19. Seluruh dunia mungkin berada dalam cengkeraman pandemi dan Kim ingin rakyatnya tahu bahwa dia telah menyelamatkan negaranya.

Semua lalu lintas perbatasan telah terputus. Pada akhir Januari, Korea Utara bergerak cepat melawan virus dengan menutup perbatasannya dan kemudian mengarantina ratusan orang asing di ibu kota Pyongyang.

Korea Utara kini telah membuka kembali sekolah-sekolah, tetapi tetap melarang pertemuan publik dan mewajibkan orang mengenakan masker di tempat-tempat umum seperti laporan Reuters pada 1 Juli mengutip seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO juga melaporkan bahwa negara tersebut sekarang telah menguji 922 orang dan semuanya dilaporkan negatif.

Saksikan video menarik berikut ini:

Comment 0