Dari penyisiran polisi tak menemukan kaum pria dewasa.

Polisi sempat dibuat bingung dengan tidak ditemukannya kaum pria di Desa Mompang Julu, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Tiba-tiba saja mereka menghilang secara misterius bak ditelan bumi. Polres Madina, Polda Sumut, dan Brimob pun melakukan penyisiran di kampung tersebut.

"Kami tidak ada menemukan satu pun laki-laki di kampung ini," terang Humas Polres Madina Bripka Yogi, Jumat (3/7/2020).

1.Terjadi bentrok di Madina

regional.kompas.com
regional.kompas.com

Dilansir dari Kompas.com (04/07/2020), pada Senin (29/6/2020) ratusan warga di Desa Mompang Julu, Penyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumatera Utara, terlibat bentrok dan memblokade jalan penghubung Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Para warga juga membakar dua unit mobil dan melempari petugas hingga beberapa di antaranya mengalami luka-luka. Aksi ini dipicu pembagian Bantuan Langsung Tunai ( BLT) yang dinilai tidak adil. Warga harusnya mendapat BLT Rp600 ribu tapi hanya menerima Rp200 saja.

Baca Juga: 350 Lebih Gajah di Botswana Mati Secara Massal dan Misterius

"Kenapa bantuan yang seharusnya diberikan Rp 600.000 per kepala keluarga, namun yang didapat hanya Rp 200.000?" tanya salah satu warga, Awaluddin.

Mereka pun menuntut kepala desa untuk segera mundur. Meski sempat melakukan mediasi, warga tetap memaksa Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution dan kepala desa datang menemui mereka. Lantaran permintaan itu tak terpenuhi, bentrokan pun terjadi.

2.Warga kembali blokade jalan

regional.kompas.com
regional.kompas.com

Selang beberapa hari usai bentrokan pertama, warga kembali memblokade jalan pada Kamis (2/7/2020) siang. Hal itu dipicu karena ada tiga warga diamankan polisi dan diduga sebagai provokator terjadinya kerusuhan.

Baca Juga: Viral Penampakan Kelelawar Sebesar Manusia Menggantung di Depan Rumah, Bikin Bergidik!

"Ada tiga orang warga yang kita amankan, dan itu yang menyebabkan warga kembali memblokade jalan," kata Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Azwar Anas.

"Tetap harus kita proses hukum dan tidak mungkin kita biarkan. Bisa-bisa nanti efeknya lebih besar lagi," lanjutnya.

3.Saat penyisiran awalnya polisi tak temukan kaum pria

regional.kompas.com
regional.kompas.com

Pada hari Jumat (3/7/2020) usai aksi kedua, Polres Madina, Tim Inafis, dan Ditreskrimum Polda Sumatera Utara melakukan penyisiran di kampung. Petugas juga menemukan rumah kepala desa yang sudah rusak diamuk massa.

Baca Juga: Viral Aksi Berbahaya 3 Emak-emak Joget TikTok, Diiringi Lagu India di Jembatan Suramadu!

Namun anehnya, saat penyisiran itu polisi tak menemukan satu pun pria dewasa di kampung tersebut. Diduga mereka bersembunyi di perbukitan.

"Ini kami bersama Pak Kapolres Madina, Wadir Krimum Polda Sumut, dan Brimob sedang turun ke lokasi dan melakukan penyisiran. Dan kami tidak ada menemukan satu pun laki-laki di kampung ini," terang Humas Polres Madina Bripka Yogi.

Baca Juga: Ditangkap Saat Ngaji, Pengedar Ini Simpan Sabu dalam Al-Quran. Netizen: Dibacain Ayat Biar Halal

Namun kerja keras polisi membuahkan hasil. Setidaknya ada delapan pria dewasa yang berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres. Jadi totalnya ada 11 warga telah diamankan.

"Delapan orang kita amankan saat sedang bersembunyi di semak-semak, dan sudah kita bawa ke Mapolres. Jadi sampai saat ini ada 11 warga dan masih kita lakukan pemeriksaan," ujar Yogi.

Kini kondisi kampung Madina mulai kondusif. Dikabarkan pula pada Senin (29/6/2020) malam, kepala desa setempat telah mundur. Hal ini disampaikan oleh Camat Panyabungan Utara, Ridho Pahlevi melalui pernyataan tertulisnya.

"Demikian surat pernyataan kepala desa yang sudah bersedia untuk mengundurkan diri yang saya bacakan. Dan kami meminta kepada warga untuk membuka jalan demi kenyamanan kita bersama," ungkap Ridho Pahlevi.

Comment 0