KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar terkait akan dihapusnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis research octane number (RON) 88 atau bensin Premium dan RON 90 atau Pertalite terus bergulir. Berkaitan dengan kabar itu, PT Pertamina (Persero) juga tengah menyusun strategi untuk pengelolaan BBM yang ramah lingkungan melalui program Langit Biru.

Program Langit Biru merupakan program pengurangan polusi udara yang akan dimulai dari Wilayah Denpasar, Bali. Hal ini  seiring dengan terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 45 Tahun 2019 terkait Bali Energi Bersih.

Nah, setelah itu, Pertamina akan melanjutkan program tersebut ke Jakarta Pusat seiring dengan Instruksi Gubernur (Ingub) No. 66/2019 terkait dengan pengendalian kualitas udara. Selanjutnya akan meambah ke wilayah lain seperti DKI Jakarta, Ibu Kota Provinsi di Jawa Madura dan Bali (Jamali) dan dilayah lainnya di Jamali.

Baca Juga: Pengamat energi: Penghapusan BBM Premium dan Pertalite sudah mendesak

Mengacu data yang diterima Kontan.co.id, untuk wilayah Denpasar, Bali, hanya akan tersisa tiga SPBU penjual bensin premium di jalur motor dan taksi plat kuning. Sekarang terdapat 27 SPBU penjual premium di Denpasar. Adapun program Langit Biru di Denpasar ini diusulkan berjalan pada 5 Juli 2020 ini.

Sementara untuk Jakarta Pusat hanya akan tersisa satu SPBU penjual bensin premium yang disediakan di jalur angkot. Sekarang terdapat 15 SPBU penjual bensin premium di Jakarta Pusat. Rencana ini diusulkan berjalan pada 12 Juli 2020 ini.

Data tersebut menjelaskan, bahwa program Langit Biru tersebut akan dilakukan dengan cara mengedukasi pasar atau memberikan pengalaman pengguna bensin premium untuk menggunakan bensin Pertalite kepada segmen tertentu.

Baca Juga: Bukan pertalite dan premium, ini daftar 5 negara dengan harga bensin termurah dunia

“Program Langit Biru diharapkan mendapatkan dukungan regulasi dari Pemda Bali, Pemda DKI serta stakeholder lainnya, seperti,” terang data tersebut.

Untuk mendukung program Langit Biru, Pertamina juga akan memberikan diskon harga Pertalite khusus kepada konsumen kendaraan roda dua dan tiga, serta angkot plat kuning dan taksi plat kuning.

Adapun diskon akan diberikan melalui tiga tahapan: Pertama, diskon Rp 1.200 per liter di mana harga Pertalite sama dengan harga benisn Premium dan dilakukan selama dua bulan.

Kedua, diskon Rp 800 per liter dan dilakukan selama dua bulan. Ketiga, diskon Rp 400 per liter dilakukan selama dua bulan.

Baca Juga: Sebelum BBM Premium dihapus, konsumsi di masyarakat sudah berkurang

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman belum merespon pertanyaan Kontan.co.id. Namun yang jelas, sebelumnya ia mengatakan bahwa sampai sejauh ini Pertamina masih menyediakan dan menyalurkan bensin Premium dan Pertalite.

Hal itu merujuk pada penugasan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

"Saat ini, sesuai ketentuan yang ada, Pertamina masih menyalurkan Premium di SPBU,” ujarnya beberapa hari yang lalu

Selain Premium, Pertamina juga masih menyediakan jenis BBM Umum yang meliputi Perta Series (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) dan Dex Series (Pertamina Dex dan Dexlite).

"Pertamina juga masih menyediakan Pertalite di SPBU di Indonesia. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menggunakan BBM sesuai kebutuhan,” tandasnya.

 

Comment 0