VCG
HANGZHOU, CHINA - AUGUST 28: Alibaba Group Chairman Jack Ma attends 2019 Global Conference on Women and Entrepreneurship on August 28, 2019 in Hangzhou, Zhejiang Province of China. (Photo by VCG/VCG via Getty Images)

SHANGHAI, KOMPAS.com - Pendiri raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Ltd Jack Ma memangkas kepemilikan sahamnya sepanjang setahun terakhir dari 6,4 persen menjadi 4,8 persen.

Dilansir dari Reuters, Senin (13/7/2020), dalam laporan tahunan Alibaba tertera, Ma menjual saham Alibaba senilai 9,6 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 138,4 triliun (kurs Rp 14.424 per dollar AS).

Divestasi saham ini sejalan dengan pensiunnya Ma dari posisi pimpinan eksekutif Alibaba pada September 2019. Ma mundur dari jabatan bisnis untuk fokus pada kegiatan amal.

Baca juga: Jack Ma hingga Pendiri Xiaomi, Apa Jurusan Kuliah 5 Miliarder China?

Alibaba tidak menjelaskan rata-rata harga jual dari divestasi saham yang dilakukan Ma. Harga saham Alibaba melonjak sekitar 40 persen sejak Ma melaporkan kepemilikan sahamnya tahun lalu.

Kinerja saham Alibaba cemerlang lantaran pertumbuhan pendapatan yang melampaui ekspektasi di tengah perlambatan ekonomi China. Di tengah pandemi virus corona, warga China beralih ke belanja online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Wakil pimpinan eksekutif Alibaba Joseph Tsai juga menurunkan kepemilikan sahamnya pada periode yang sama, dari 2,3 persen menjadi 1,6 persen.

Ma dan Tsai sama-sama tidak lagi banyak terlibat dalam operasional Alibaba sejak Daniel Zhang menggantikan posisi Ma sebagai pimpinan Alibaba. Zhang secara resmi menduduki posisi itu pada September 2019.

Baca juga: Kekayaan Jack Ma Lenyap Rp 22 Triliun, Mengapa?

Sepanjang tahun ini, Ma dan Tsai telah mendonasikan jutaan unit alat pelindung diri (APD) melalui yayasan amal masing-masing. APD tersebut disumbangkan ke rumah sakit di seluruh dunia untuk menangani virus corona.

Dalam laporan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Saham AS pada April 2019, disebutkan bahwa Ma berencana menjual hingga 21 juta saham Alibaba yang dimilikinya dalam setahun untuk mendukung kegiatan amalnya.

Penulis: Sakina Rakhma Diah SetiawanEditor: Sakina Rakhma Diah Setiawan

Comment 0