sciencealert
Caecilian bercincin memiliki racun yang berbahaya bagi hewan lain.

KOMPAS.com - Jika ini kali pertama Anda melihat caecilian, mungkin Anda akan mengiranya sebagai ular. Meski termasuk hewan amfibi, caecilian memang tampak seperti persilangan antara ular dan cacing.

Namun keunikan caecilian tak hanya terletak pada fisiknya. Mahluk yang telah eksis selama ratusan juta tahun di Bumi ini ternyata punya rahasia tersembunyi lain dalam tubuhnya.

Dikutip dariScience Alert, Selasa (7/7/2020), kini peneliti berhasil mengungkapkannya. Penelitian baru menunjukkan mereka tampaknya memiliki kelenjar racun yang bahkan bisa memberikan efek berbahaya pada hewan lain.

Baca juga: Amfibi Terbesar di Dunia Ditemukan, Salamander Raksasa Hampir 2 Meter

Temuan ini merupakan yang pertama kali terlihat pada amfibi. Sehingga, caecilian pun menjadi hewan vertebrata darat tertua yang memiliki gigitan berbisa.

Ahli biologi Pedro Luiz Mailho-Fontana dari Butantan Institute, penulis pertama studi ini, menemukan bukti tersebut setelah melakukan pemeriksaan pada caecilian cincin yang telah mati (Siphonops annulatus).

Analisis mikroskopis menunjukkan kalau racun berasal dari jaringan gigi. Ini hampir mirip dengan yang ditemukan pada ular, namun memang belum ditemukan sebelumnya pada amfibi.

Peneliti masih menunggu hasil studi mereka untuk mengetahui apa yang terkandung dalam cairan itu dan berapa banyak spesies caecilian yang memiliki karakteristik beracun ini.

Sementara itu, peneliti juga masih menduga bagaimana caecilian dapat menggunakan racun tersebut. Hal ini lantaran caecilian tidak memiliki lengan atau kaki. Mulut adalah satu-satunya alat yang bisa mereka gunakan.

"Kami percaya caecilian mengaktifkan kelenjar mulut saat menggigit dan biomolekul khusus dimasukkan ke dalam sekresi mereka," ujar ahli biologi evolusi Marta Maria Antoniazzi, dari Butantan Institute Brasil.

Baca juga: Bisa 5 Abad, Inilah Vertebrata dengan Usia Terpanjang di Dunia

Temuan ini tak hanya penting untuk studi mengenai caecilian tetapi juga merupakan gambaran evolusi yang lebih luas. Sebab, amfibi yang hidup di bawah tanah ini telah ada jauh lebih lama daripada ular.

Hal itu berarti mereka bisa menjadi hewan tertua yang memiliki gigitan berbisa.

"Mungkin caecilian mewakili bentuk evolusi kelenjar racun yang lebih primitif. Ular muncul di era Cretaceous mungkin 100 juta tahun yang lalu, tetapi caecilian jauh lebih tua, sekitar 250 juta tahun lalu," kata ahli biologi Carlos Jared dari Butantan Institute Brasil.

Sekarang tim peneliti tengah berencana untuk menangkap dan memeriksa lebih banyak lagi caecilian. Tapi sepertinya peneliti harus bersabar, mengingat kecenderungan hidup mereka yang sebagian besar besembunyi di bawah tanah tentu tak akan mudah untuk segera menemukan hewan ini.

Penelitian ini telah dipublikasikan diiScience.

Penulis: Kontributor Sains, Monika NovenaEditor: Sri Anindiati Nursastri

Comment 0