FB/Richard Rose
FB/Richard Rose

Mengenakan masker ketika berada di luar rumah terbukti sangatlah penting, sebab selain mencegah diri sendiri terinfeksi, memakai masker juga melindungi sesama dari virus Covid-19. Namun masih banyak orang yang enggan memakai masker karena berbagai macam alasan pribadinya.

Pemilik akun @PaymanBenz pun menyayangkan hal ini, sehingga ia mencoba membujuk publik dengan mengangkat kabar kematian seorang pria bernama Richard Rose sebagai pembelajaraan bagi publik. Rose yang merupakan mantan tentara AS, meninggal karena komplikasi Covid-19 pada 4 Juli.

Rose menjadi topik pembicaraan yang hangat di AS, bukan lantaran ia meninggal bertepatan dengan hari peringatan kemerdekaan negaranya yang ke-244, namun karena ia merupakan salah satu orang yang enggan memakai masker karena tak ingin mengikuti "tren terkini dunia".

"Saya tekankan, saya tidak akan membeli masker. Hingga kini saya berhasil selamat tanpa membeli masker sialan itu," tulisnya di laman Facebooknya pada 28 April. Namun pada 1 Juli ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, dan hanya dua hari setelahnya ia meninggal dunia karena komplikasi penyakit tersebut.

I’m not posting this to make fun of this guy. This is the tragedy of 45’s legacy.
There’s other screen grabs of Richard’s posts and his timeline mirrors a lot of what we see from 45’s supporters. False equivalency memes and ignorance fueled by the president led to his death. pic.twitter.com/S5DwFQXE8N

— Payman Benz (@PaymanBenz) July 10, 2020

Pada 1 Juli, Rose menulis di Facebook ia positif mengidap Covid-19 setelah menjalani tes. "Baik. Saya secara resmi bakal dikarantina selama 14 hari ke depan. Saya baru saja dinyatakan positif COVID-19. Menyebalkan karena saya baru saja memulai pekerjaan baru!" ungkapnya.

Warganet pun turut menyorot Rose yang sempat mengaku sulit bernapas setelah terpapar virus korona. "Covid-19 ini menyebalkan! Aku kehabisan nafas hanya duduk di sini," keluhnya di Facebook pada 2 Juli. 

Selain itu, netizen juga memerhatikan posting yang diunggahnya berisi dukungan fanatik terhadap Presiden Donald Trump, mengkritik pemrotes Black Lives Matter, membuat lelucon tentang pemerkosaan, dan menuduh Partai Demokrat (oposisi Trump) telah menyebarkan informasi palsu tentang pandemi Covid-19 untuk "mencurangi pemilu agar menguntungkan mereka."

Sebuah tweet oleh @ToddThaGod yang menampilkan kompilasi tayangan slide berisi postingan Rose, kini telah viral dan disukai lebih dari 160 ribu orang.

Just watch how this unfolds y’all 😳 pic.twitter.com/q5RisfNc11

— 🕌🇸🇦 🇮🇷 🇺🇸 (@ToddThaGod) July 10, 2020

Mereka yang mengenal Rose menggambarkannya sebagai orang yang baik, lucu, dan peduli. Keluarga dan teman terdekatnya mengatakan dia sangat aktif dalam membantu mantan tentara yang tak memiliki tempat tinggal dan mencegah veteran bunuh diri.

Meski begitu, mereka pun menyayangkan tulisan Rose yang diunggah melalui akun media sosialnya. "Sungguh mengerikan bahwa kami kehilangan Rick, tetapi bagian yang lebih tragis dari itu adalah siapa lagi yang terinfeksi karena tindakan yang ia pilih," kata Nick Conley, salah satu teman dekat Rose.

Tujuan akun @PaymanBenz dalam menyebarkan kisah kematian Rose bukanlah untuk menyalahkannya, melainkan untuk menjadikannya sebagai pembelajaran bagi orang lain yang masih enggan memakai masker. 

"Saya tidak memposting ini untuk mengolok-olok almarhum. Richard Rose dan saya punya banyak cara pandang yang berbeda, tetapi kenyataan pahitnya adalah kematiannya sebetulnya bisa dicegah," ujarnya. 

Perlu diketahui, pada 8 Juli terdapat 12 juta kasus positif Covid-19 di seluruh dunia, namun pada hari ini (13/7) angka tersebut telah bertambah satu juta menjadi 13 juta kasus, dalam hanya kurun waktu lima hari.

#TrendingDunia

Comment 0