Photo by Unsplash/adroman
Photo by Unsplash/adroman

Samara, anak asal Dukuh Dayu, Desa Jati Tengah, Sukodono, Sragen, Jawa Tengah meninggal dunia di RSUD Dr Moewardi Solo. Jari tangan kanannya Samara mengalami pembengkakan, diketahui sebelumnya ia digigit kutu kucing hingga mengalami demam tinggi dan muntah.

Berita tersebut kemudian menghebohkan masyarakat, kata kunci mengenai kutu kucing menjadi populer dan banyak dicari dalam penelusuran Google.  Total penelurusan mengenai topik kutu kucing ini mencapai 10.000 pencarian.

Menurut ayah dari Samara, Wanto (30), kala itu panas anaknya mencapai 39,9 derajat Celcius dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi.

“Awalnya, dikemoterapi di rumah sakit selama 14 hari. Baru pulang kemarin (Kamis). Minggunya badan Samara panas tinggi 39,9 derajat Celcius dan muntah,” ujar Wanto.

Kedua orang tua mengaku kehilangan anak perempuannya yang beru saja merayakan ulang tahun pertama pada 10 April 2020 lalu.

Samara digigit kutu kucing ketika berusia empat bulan. Ibu Samara, Etik menceritakan bahwa kala itu ia tengah di dapur untuk masak.

Etik mencabut kutu kucing yang mengigit tangan Samara kemudian membuangnya. Gigitan itu yang meninggalkan bekas bintik merah seperti gigitan nyamuk. Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI

Sebelumnya kejadian serupa pernah dialami oleh gadis bernama Sunisa (16) asal Thailand. Ia memelihara beberapa ekor kucing dan terkena gigitan dari kutu kucing. Sunisa mengalami beberapa gejala seperti demam, gatal pada tubuh, nyeri tulang, serta pembengkakan di seluruh tubuh. Keluarga Sunia membanya ke rumah sakit, namun perempuan tersebut meninggal dunia. Kisah Sunisa bisa dicek DI SINI

Umumnya kutu banyak bersarang di rumput, pekarangan, atau di tempat bermain anak. Namun kutu-kutu ini juga dapat menyelinap masuk ke dalam rumah melalui hewan peliharaan. 

Walaupun berukuran kecil, kutu dapat menimbulkan beberapa dampak terhadap kesehatan anak. Dokter Vincent Lannelli, MD, spesialis anak mengatakan gigitan kutu biasanya tidak menyakitkan. Namun bila dibiarkan, dampaknya bisa membuat anak sakit seperti demam, sakit kepala, ruam kulit, hingga mengigil.

Adapun penyakit yang dapat terjadi akibat gigitan kutu salah satunya ialah Babesiosis. Penyakit tersebut disebabkan oleh parasite mikroskopik yang menginfeksi sel darah merah, yang sering disebarkan oleh kutu jenis lxodes scapularis. Penyakit ini sering menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan hemolytic anemia bila tidak segera ditangani. Informasi selengkapnya  soal penyaki dari gigitan kutu dapat dibaca DI SINI

Comment 0