Masker unik istri KSAD Jenderal Andika Perkasa, Diah Erwiany belakangan ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, masker yang dilansir mampu melindungi pemakai dari ancaman droplet, medium penularan virus corona ini hanya diproduksi di Australia dan Singapura. 

Masker seharga Rp 22 juta ini memiliki daya saring sampai 99,7 persen dan mampu menepis makhluk ultrakecil seperti virus, sehingga banyak dari tenaga medis yang turut memesan masker tersebut karena cocok untuk dipakai di ruang isolasi. Selengkapnya dapat dibaca DI SINI

Masker sudah menjadi kebutuhan wajib di tengah pandemi, terlebih setelah memasuki masa new normal. Terkadang ada kegiatan sehari-hari yang justru malah terganggu akibat penggunaan masker. Oleh karena itu, beberapa negara meciptakan inovasi masker yang beragam. Deretan masker ini tidak hanya memiliki bentuk yang unik, tetapi juga disertai dengan teknologi mutakhir sehingga ada masker yang difungsikan untuk memudahkan kegiatan seperti makan dan minum.

1. Masker N99 Transparan

Masker yang diberi nama 'Leaf' ini terbuat dari bahan silikon transparan tingkat medis yang dapat memudahkan untuk berkomunikasi dan melihat lawan bicara. Masker ini memiliki filter yang terletak di sekitar dagu, guna menjaga hidung, mulut, dan pipi yang dapat memfiltrasi 99% partikel yang dihirup penggunanya. Masker ini juga memiliki fitur anti-embun.

Leaf dipasarkan dengan harga US$ 49 atau sekitar Rp 700 ribu. Tapi, dengan ekstra US$ 40 atau Rp 570 ribu, Leaf juga menawarkan upgrade masker agar dapat memiliki fitur untuk mensterilkan diri secara otomatis dengan menggunakan lampu UV-C. Selengkapnya dapat dibaca DI SINI.

2. Masker Terkoneksi Bluetooth

Sebuah start-up Jepang, Donut Robotics, meluncurkan masker wajah pintar yang dapat terhubung ke handphone dan memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan jarak jauh tanpa perlu berbicara langsung melalui handphone mereka. Selain itu masker yang disebut "C-Mask" ini juga memungkinkan penggunanya menerjemahkan dari bahasa Jepang ke delapan bahasa lain dan memperkuat suara pengguna jika tidak terdengar melalui masker.

Utamanya, yang ditawarkan oleh C-Mask adalah cara tanpa kontak untuk menggunakan ponsel dan memudahkan penggunaan ponsel tanpa harus melepas masker. C-Mask dibanderol dengan harga 3.980 JPY atau sekitar Rp 535 ribu. 

3. Masker Karton DIY

BUMASK adalah masker karton lipat dengan filter yang dapat diganti. BUMASK dapat dengan mudah dicetak dan dibuat di rumah dan tidak memerlukan keterampilan teknis. Penggantian filter dapat dibuat dari bahan yang tersedia. BUMASK diciptakan sebagai bentuk daur ulang standar limbah kardus. 

4. Masker Remote untuk Makan

Penemu Israel telah mengembangkan masker dengan bagian mulut yang bisa dikendalikan dengan tuas yang memungkinkan pengguna untuk makan tanpa melepas maskernya. Tuas tersebut memiliki tombol yang dapat ditekan untuk membuka slot di depan masker. Masker ini kemungkinan dibanderol seharga 3-10 Shekel Israel atau sekitar Rp 125-420 ribu. 

5. Masker Merangkap Face-Shield

Prototipe masker mencakup face shield yang disebut AARMR ini dibuat untuk petugas kesehatan garis depan, petugas kantor, eksekutif pengiriman dan pelancong. Perusahaan mengklaim bahwa AARMR lebih efisien daripada topeng biasa, karena desainnya yang unik yang menutupi seluruh wajah sehingga tidak ada risiko menyentuh mata, hidung atau mulut. Masker ini dapat digunakan kembali dan tahan lama. Pengelihatan pengguna masker juga lebih jelas karena indeks bias akrilik yang rendah. Masker ini dijual dengan harga 500 hingga 1200 Rupee India atau sekitar Rp 97-235 ribu. 

6. Masker Aromaterapi

I-bient adalah aromaterapi yang dapat ditempelkan di masker atau barang-barang lain yang biasa kita gunakan. Pengguna dapat memilih berbagai varian wangi seperti Floral Exotic, Citrus Green atau Sweet Rosey. Wangi dari I-bient tahan hingga 4-6 jam. I-bient dipasarkan dengan harga 4.20 Poundsterling atau sekitar Rp 80 ribu. Berikut adalah cara penggunaan I-bient.

#TrendingNow

Comment 0