Sherina Munaf Foto: Munady Widjaja/kumparan

Kementerian Pertanian berencana memproduksi kalung antivirus berbasis pohon kayu putih atau eucalyptus. Kalung ini diklaim bisa efektif membunuh virus corona.

Penyanyi Sherina mengkritisi mengenai kalung antivirus. Dia menunggu kajian ilmiah terkait kalung antivirus tersebut.

“Ditunggu jurnal ilmiah kalung eucalyptus vs COVID-19,” tulis Sherina dalam akun Twitter miliknya, Minggu (5/7).

Sherina Munaf Foto: Munady Widjaja/kumparan

Dalam cuitannya, Sherina Munaf akan menerima dengan legawa apabila nantinya pernyataannya menjadi blunder untuk dirinya sendiri. Namun, ia saat ini berharap tidak ada korban jiwa karena klaim soal kalung antivirus.

“Semoga nyawa tidak melayang karena takhayul yang diilmiahkan,” tulis Sherina.

Dalam cuitan awalnya ketika mengkritisi mengenai kalung antivirus, Sherina sempat salah menyampaikan bahwa COVID-19 merupakan virus.

“Kalung antivirus eucalyptus anti corona mau diproduksi massal? Setahu saya COVID-19 itu virus. Bukan nyamuk,” tulis Sherina.

Sherina Munaf Foto: Munady

Salah seorang warganet menangapi cuitan Sherina tersebut. Dalam cuitannya, ia mengungkapkan bahwa pembuatan kalung antivirus adalah sesuatu yang sia-sia.

“COVID-19 itu nama penyakitnya, penyebabnya adalah virus SARS-CoV-2. Dan kalung itu adalah sia-sia, hanya menghabiskan uang negara,” tulis pemilik akun Twitter @iindraxe.

Sherina lantas meralat pernyataannya sebelumnya, yakni dalam hal bahwa COVID-19 adalah virus. Namun, ia tetap pada pendirian awalnya.

“Saya salah. COVID-19 adalah penyakitnya, yang disebabkan oleh virusnya: SARS-CoV-2. Tapi untuk memperjelas, tetap bukan nyamuk,” tulis Sherina.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, pihaknya telah meracik ramuan antivirus dengan menggunakan bahan baku dalam negeri, salah satunya pohon kayu putih. Adapun antivirus dengan bentuk kalung ini merupakan hasil riset dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

“Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, satu yang bisa mematikan corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak,” ujarnya di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (3/7).

Comment 0