Source: commons.wikimedia.org
Source: commons.wikimedia.org

Buku memoar yang ditulis Mary Trump, keponakan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tengah menjadi topik perbincangan publik dunia. Mary adalah anak dari Fred Trump Jr, kakak dari Donald Trump.

Keluarga besar Trump berupaya mencegah terbitnya buku berjudul Too Much and Never Enough, How My Family Created the World's Most Dangerous Man itu terbit pada 28 Juli 2020. Buku itu disebut-sebut berisi banyak catatan kelam masa lalu Trump.

Pada Rabu (1/7), Hakim Hal Greenwald dari New York Supreme Court memutuskan pencegahan publikasi buku itu hingga sidang pemeriksaan pada 10 Juli mendatang. Pengadilan akan memeriksa apakah isi buku itu berpotensi melanggar perjanjian kerahasiaan di antara keluarga Trump terkait sengketa warisan Fred Trump Sr., ayah Presiden Trump.

Source: Amazon.com
Source: Amazon.com

Pihak Mary Trump dan penerbit Simon & Schulster mengajukan banding terhadap larangan itu karena vonis itu mereka anggap pelanggaran Amandemen Pertama Konstitusi AS yang melindungi kebebeasan berpendapat. "Buku ini berisi informasi yang penting untuk diketahui publik, tentang presiden petahana yang menghadapi tahun pemilihan. Jadi tidak seharusnya ada pelarangan satu hari pun," kata pengacara Theodore Boutrous.

Mengapa keluarga Trump tak ingin buku itu dipublikasikan?

Source: flickr
Source: flickr

Awal bulan ini, Presiden Trump mengatakan keponakannya telah melanggar perjanjian kerahasiaan dengan menulis buku itu, yang diklaim mengungkapkan "mimpi buruk, trauma, dan hubungan destruktif".

Buku memoar itu disebut bakal mengungkap soal Mary membocorkan dokumen rahasia pada New York Times tentang keuangan pribadi Presiden Trump. Koran yang kini telah mengantongi 130 penghargaan Pulitzer itu, terbanyak dibanding media lainnya, menuduh Presiden Trump telah terlibat dalam skema penipuan pajak dan menerima uang bernilai lebih dari US$ 400 juta atau setara sekitar Rp 5,75 triliun, dari perusahaan properti ayahnya.

Selain itu, Mary juga disebut mengungkap bagaimana pamannya yang kini menjabat sebagai presiden dan orang terkuat di dunia itu, telah menjadi "ancaman bagi keselamatan, keamanan ekonomi dan tatanan sosial dunia".

Salah satu yang ngotot melawan penerbitan buku ini termasuk mengajukan larangan penerbitan ke pengadilan adalah saudara kandung Presiden Trump, Robert Trump. Lewat kuasa hukumnya, Robert menyebut tindakan Mary dan penerbit Simon & Schuster "benar-benar tercela".

Bukan satu-satunya buku terbitan Simon & Schuster yang dikecam keluarga Trump

Source: commons.wikimedia.org
Source: commons.wikimedia.org

Sebagai informasi, buku karya Mary merupakan buku kedua yang penerbitannya ditolak oleh keluarga Trump. Sebelumnya, Departemen Kehakiman AS telah memerintah pemblokiran buku memoar The Room Where It Happened tulisan John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Presiden Trump.

Buku yang juga dijadwalkan rilis bulan ini, disebut mengklaim Presiden Trump telah meminta kepada Presiden Tiongkok, Xi Jinping, agar membantunya memenangkan pemilihan presiden pada November mendatang.

#TrendingDunia

Comment 0