Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu menjawab pertanyaan saat wawancara eksklusif dengan Kantor Berita Antara, Jakarta, Selasa (4/2/2020)./ANTARA - Saptono
Peningkatan kemiskinan ini merupakan imbas dari pandemi Covid-19.

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Dunia memperkirakan 70 juta - 120 juta penduduk dunia, termasuk Indonesia, akan jatuh miskin akibat terdampak pandemi Covid-19.

Managing Director Development dan Partnership Bank Dunia Mari Elka Pengestu mengatakan peningkatan kemiskinan ini merupakan imbas dari pandemi Covid-19.

Sepertu diketahui, pandemi Covid-19 telah berimbas pada penurunan pendapatan per kapita tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

"Yang ingin saya katakan adalah memastikan kita untuk mencegah supaya jumlah kemiskinan tidak meningkat tajam," kata Mari dalam Indonesia Economic Prospects: The Long Road to Recovery, Kamis (16/7/2020).

Sebelum adanya pandemi, lanjut menteri di era Susilo Bambang Yudhoyono itu, indikasi peningkatan ketimpangan dan kemiskinan di dunia, termasuk di Indonesia sudah tampak.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan respons kebijakan yang tepat dari pemerintah untuk mencegah kondisi yang lebih buruk. "Jadi kita perlu tahu dampak Covid-19 dari informasi - informasi empiris," jelasnya.

Di sisi lain, Mari juga menambahkan bahwa kenaikan status Indonesia sebagai upper middle income country atau negara berpengasilan menengah ke atas tidak ada sangkut pautnya dengan pandemi Covid-19. Pasalnya kesimpulan terkait status Indonesia sebagai upper middle income country dilakukan sebelum pandemi terjadi.

"Saya rasa tidak ada hubungan, kalkulasi ini dilakukan sebelum Covid-19," tukasnya.

Comment 0